Breaking News

Home / Update Terbaru

Senin, 9 Februari 2026 - 14:40 WIB

Wacana Penghapusan BOSDA 2026, PWMOI Riau: “Jangan Jadikan Pendidikan Korban Krisis”

Verannews.com …PEKANBARU — Berhembusnya kabar bahwa Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau berencana meniadakan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) pada tahun anggaran 2026 menuai reaksi keras dari Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PWMOI Riau, Rio Kasairy, menyebut wacana tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi melukai rasa keadilan sosial, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kalau benar BOSDA ditiadakan lagi pada 2026, ini sungguh miris. Slogan Cerdaskan Anak Negeri akan menjadi sekadar jargon tanpa makna,” ujar Rio kepada awak media di Pekanbaru, Senin (9/1/2026).

Rio menegaskan, Provinsi Riau dikenal sebagai daerah kaya sumber daya alam dari minyak bumi hingga kelapa sawit sehingga alasan penghapusan BOSDA dinilai tidak sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak menutup mata terhadap tragedi kemanusiaan yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, di mana seorang siswa kelas IV SD nekat mengakhiri hidupnya karena orang tua tak mampu membelikan buku dan alat tulis.

Baca Juga:  Perkuat Sinergi, Lapas Bengkalis Sambangi BAZNAS Gagas Pembentukan UPZ

“Apakah Dinas Pendidikan Riau tidak bisa berkaca dari peristiwa tersebut?

Jangan sampai kebijakan anggaran justru memicu lahirnya tragedi serupa,” tegasnya.

Menurut Rio, di Riau masih banyak keluarga miskin yang berjuang keras agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.

Namun ironisnya, tidak sedikit dari mereka yang belum tersentuh program bantuan pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

“Kami paham kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja. Tapi apakah kita tega membiarkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa berhenti sekolah hanya karena kebutuhan dasar pendidikan tidak terpenuhi?” ucap Rio dengan nada prihatin.

PWMOI Riau menegaskan akan terus menyuarakan persoalan ini dan mendorong pemerintah daerah untuk meninjau ulang kebijakan terkait BOSDA.

“Anak-anak adalah aset bangsa. Mereka adalah masa depan Indonesia. Negara tidak boleh abai, apalagi menyerah, dalam menjamin hak pendidikan mereka,” pungkas Rio.

Sumber : Humas DPW PWMOI Riau

Kaporwil sugianto

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Teguhkan Iman dan Bangun Harapan, Warga Binaan Lapas Ikuti Ibadah Gereja dengan Penuh Sukacita

Update Terbaru

*Komitmen Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Binjai Tangkap Dua Pengedar Dan Amankan Barang Bukti Sabu*

Update Terbaru

Syukuran HUT Polwan ke-78, Kapolres Langkat Apresiasi Dedikasi Srikandi Polri*

Update Terbaru

OPEN HOUSE SEKOLAH RAKYAT TERINTEGRASI 11 ROKAN HILIR TAMPILKAN GENERASI MUDA BERPRESTASI DAN BERDAYA SAING Menulis

Update Terbaru

‎Damkar Pekanbaru Uji Laik Alat Proteksi Kebakaran di RS Awal Bros Hangtuah

Update Terbaru

Nahas! Rumah Nenek 80 Tahun di Pulau Ingu Benai Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

Update Terbaru

Wagub Emil Dardak Hadiri Peluncuran Bamus Madura dan Gagasan Ormas Madas Nusantara

Update Terbaru

Pembinaan Kemandirian Lewat Budidaya Lele Di Lapas Narkotika Rumbai