Breaking News

Home / Update Terbaru

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Sambut HUT Rokan Hulu ke-27, PWI Rohul Gelar Lomba Karya Tulis Jurnalistik dengan Total Hadiah Jutaan Rupiah

VeranNews.com…Rokan hulu — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke-27, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rokan Hulu menggelar “Lomba Karya Tulis Jurnalistik PWI Rokan Hulu Tahun 2026”.

Lomba ini dibuka untuk 2 kategori peserta, yaitu Kategori Siswa dan Mahasiswa serta Kategori Wartawan dan Umum.

Mengangkat tema “Jejak CSR Perusahaan Dalam Membangun Negeri”, PWI Rohul mengajak masyarakat untuk menuangkan ide, gagasan, dan kepedulian melalui tulisan yang informatif, inspiratif, dan membawa perubahan positif bagi Rokan Hulu.

Ketua PWI Rohul Amin Syukri, S.Kom menyampaikan, lomba ini bertujuan untuk menggali potensi menulis di kalangan pelajar, mahasiswa, jurnalis, hingga masyarakat umum. Sekaligus mendorong peran media dalam mengawasi dan mengapresiasi kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.

Syarat dan Ketentuan Singkat:
1. Karya harus relevan dengan tema, bersifat aktual, inovatif, asli dan bukan plagiat.
2. Karya yang dilombakan sudah pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik umum pada rentang 20 September 2026 sampai 8 Oktober 2026.
3. Setiap peserta maksimal mengirimkan 3 karya.
4. Karya dikirim ke email: pwirohullktj@gmail.com dengan subjek “Karya Tulis Jurnalistik PWI Rokan Hulu Tahun 2026, Nama : …”.
5. Dilampirkan soft copy KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Baca Juga:  Korupsi KUR BRI Rumbai: SBCI Desak Kejari Pekanbaru Seret Pelaku Utama Jajaran Yang Terlibat ke Penjara, Haramkan Restorative Justice!

Jadwal Penting:
– Pendaftaran: 1 – 20 September 2026
– Pengiriman Berkas: 20 September 2026 hingga 8 Oktober 2026
– Pengumuman Pemenang: 12 Oktober 2026 pasca Upacara Peringatan HUT Rokan Hulu ke-27

Hadiah Menarik:
Untuk kedua kategori, hadiah yang diperebutkan sama:
– Juara 1: Gadget + Uang Saku Rp2.000.000 + Sertifikat
– Juara 2: Uang Saku Rp1.500.000 + Sertifikat
– Juara 3: Uang Saku Rp1.000.000 + Sertifikat
– Harapan 1: Uang Saku Rp500.000 + Sertifikat

PWI Rohul menegaskan peserta tidak dipungut biaya apapun. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Dhanker 0822-8399-0005 atau Achiruddin 0812-6893-6844.

“Tuliskan untuk Perubahan, Karyamu untuk Negeri!”

(Rafiziz)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

PENGAMANAN LEBARAN DI LAPAS BANGKINANG DIPERKETAT

Update Terbaru

Luar biasa – Dirut RSUD A.rifin Achmad Benar’ Terima Bantuan 1unit Mobil Ambulance.

Update Terbaru

Semarakkan HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat

Update Terbaru

KPPU Sidangkan Dugaan Keterlambatan Notifikasi Akuisisi PT ITM Bhinneka Power

Update Terbaru

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila

Update Terbaru

Sentuhan Kasih di Bulan Suci: Kapolres Rohil Sambangi Simpang Kanan, Ringankan Beban Kaum Dhuafa

Update Terbaru

Hari Raya Idul Adha 1447 H, Polres Binjai Sembelih 7 Ekor Sapi dan 3 Ekor Kambing

Update Terbaru

Under Cover Petugas Membuahkan Hasil*