Breaking News

Home / Update Terbaru

Sabtu, 4 April 2026 - 04:25 WIB

Kapolres Konawe dan Bupati Konawe Didesak Segera Selesaikan Tapal Batas Pondidaha–Amongedo dan Lindungi Hak Ulayat Masyarakat Pondidaha

Veraannewes com –Konawe — Lembaga Aktivis Pertambangan East Indonesia Malaka secara tegas mendesak Bupati Konawe dan Kapolres Konawe untuk segera mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tapal batas antara Kecamatan Pondidaha dan Kecamatan Amongedo.

Desakan ini merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku, yakni Peraturan Daerah (Perda) tahun 2005 dan Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2008, yang dinilai harus segera ditegakkan guna memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
Ketua lembaga aktivis, Indra Dapa Saranani, menegaskan bahwa ketidakjelasan tapal batas wilayah telah memicu berbagai persoalan serius, termasuk dugaan eksploitasi sumber daya alam berupa nikel di atas lahan hak ulayat masyarakat Pondidaha seluas kurang lebih 2.700 hektar.

“Kami mendesak Bupati Konawe segera menindaklanjuti Perda 2005 dan Perbup 2008 untuk melakukan pemindahan dan penegasan tapal batas secara sah. Ini penting agar tidak terjadi konflik berkepanjangan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” tegas Indra.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Kapolres Konawe untuk segera mengambil langkah persuasif dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe guna memfasilitasi para ahli waris hak ulayat Pondidaha.

Baca Juga:  Kata Plt DLH Kuansing: Jangan Bilang Kami Tidak Bertanggung Jawab dan Sebut Wartawn Menyerang Pribadi

Menurutnya, pendekatan persuasif sangat diperlukan untuk meredam potensi konflik sosial serta memastikan bahwa hak-hak masyarakat adat tidak diabaikan.
“Kami meminta Kapolres Konawe turun langsung dan berperan aktif memfasilitasi dialog antara masyarakat, pemerintah, dan pihak-pihak terkait. Ini bukan hanya soal hukum, tapi juga keadilan sosial bagi masyarakat adat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Indra juga menyoroti dugaan adanya oknum-oknum yang melakukan penyerobotan lahan serta eksploitasi sumber daya nikel tanpa melibatkan atau mendapatkan persetujuan dari para ahli waris yang sah.

Atas kondisi tersebut, pihaknya mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe untuk segera berkoordinasi dengan Bupati Konawe guna mempercepat penyelesaian tapal batas wilayah yang selama ini menjadi polemik.

“Kami meminta DPRD Konawe tidak tinggal diam. Harus segera ada koordinasi dengan Bupati untuk memastikan tapal batas Pondidaha dan Amongedo dipindahkan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Lembaga Aktivis Pertambangan East Indonesia Malaka menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga adanya kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat ahli waris hak ulayat Pondidaha.  ( Red tim )

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Apel Pagi Perkuat Disiplin, Pengawasan dan Kesetaraan Hak WBP

Update Terbaru

Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba,Petugas Lapas Kelas IIa Bangkinang Terima Penghargaan

Update Terbaru

Partai Loyalis HM Soeharto, Parsindo Konsolidasi Pemutakhiran Data KPU Menuju Pemilu 2029.

Update Terbaru

Produk Warga Binaan Rutan Dumai Kini Hadir di Kanim Dumai.

Update Terbaru

KPPU Mulai Sidangkan Kasus Tender Geomembrane di Pertamina Hulu Rokan

Update Terbaru

Kasubag TU Lapas Narkotika Rumbai Tinjau Langsung Batas Lahan Dan Jalan Inspeksi Keliling Pagar Sebagai Bagian Dari Penataan Area

Update Terbaru

Bangun Hunian Korban Banjir, Personel Brimob dan Warga Tolang Julu Bergotong Royong*+

Update Terbaru

Wali Kota Tanjungpinang Puji Kekompakan Warga Kuansing,