VeranNews.com…KUANTAN SINGINGI,– Monumen yang seharusnya jadi simbol marwah dan penghormatan bagi para pahlawan di Kuantan Singingi (Kuansing) kini justru jadi pertanyaan besar.
Taman Makam Pahlawan yang berdiri megah dengan gerbang tinggi itu, sampai hari ini diduga belum pernah menerima satu pun jenazah pahlawan untuk dimakamkan.
Pantauan di lapangan Minggu 8/6/2026 menunjukkan kondisi memprihatinkan. Lahan yang luas justru didominasi rumput liar dan semak belukar setinggi pinggang.
Pagar besi hitam berdiri kokoh, plang “TAMAN MAKAM PAHLAWAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI” masih terbaca jelas, tapi di dalamnya tak ada satupun nisan atau liang lahat. Sunyi. Terbengkalai.
“Gerbangnya megah, tapi isinya kosong. Rumput udah kayak hutan. Ini makam pahlawan atau makam proyek?” ujar salah satu warga yang melintas, meminta namanya dirahasiakan.
TMP seharusnya jadi tempat sakral untuk menghormati jasa pahlawan yang gugur demi bangsa. Marwahnya ada di “tuah” perawatan dan fungsi. Tapi faktanya di Kuansing, marwah itu kini tergerus semak. Pertanyaannya..? sejak kapan dibangun, berapa anggaran yang digelontorkan, dan kenapa sampai hari ini belum difungsikan..?
Publik Kuansing kini menuntut transparansi. Bukan tuduhan, tapi kejelasan.
Warga dan pegiat sosial mendesak 3 langkah cepat
1. Penegak hukum turun lapangan, Kejari Kuansing dan Polres Kuansing diminta melakukan pemeriksaan. Audit anggaran pembangunan TMP, cek SPJ-nya. Ada uang rakyat di situ.
2. Pemda Kuansing buka data, Dinas terkait wajib jelaskan timeline pembangunan, realisasi anggaran, dan kenapa belum ada pemakaman sampai sekarang.
3. Perawatan segera, Kalau memang belum dipakai, rawat. Jangan biarkan simbol kehormatan pahlawan jadi ladang rumput liar. Ini soal marwah.
Sampai berita ini naik, belum ada keterangan resmi terhadap publik maupun media sosial dari Pemkab Kuansing dan pengelola TMP terkait kondisi mangkrak ini.
Tagline “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah” jangan cuma jadi slogan. Kalau tuah sama dengan keselamatan, maka marwah sama dengan kehormatan. Marwah pahlawan dan marwah uang rakyat harus dijaga. Kalau ada yang salah, usut. Kalau tidak, luruskan agar tidak terjadi fitnah.” Pungkas warga yang enggan namanya disebutkan.(SJE)






















