Breaking News

Home / Update Terbaru

Senin, 13 Juli 2026 - 13:11 WIB

‎EMP Bentu-Korinci Baru Limited Salurkan Bantuan Untuk Anak Stunting di Kulim Tenayan Raya

Verannewes com -Pekanbaru – EMP Bentu-Korinci Baru Limited melaksanakan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menanggulangi stunting atau anak yang kekurangan gizi di sejumlah wilayah operasional perusahaan. EMP Bentu – Korinci Baru Limited bekerja sama dengan dua puskesmas  yakni Puskesmas Rejosari dan Tenayan Raya di Pekanbaru. 
‎
‎Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak awal tahun ini. Bantuan PMT tersebut diterima oleh masing-masing dari dua kecamatan yaitu Camat Tenayan Raya Abdul Rahman dan Camat Kulim Fajri Adha Kota Pekanbaru. 
‎
‎Program PMT tersebut merupakan kegiatan rutin perusahaan yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau CSR Perusahaan. Bantuan PMT sendiri berupa paket berupa Susu, Vitamin dan Sembako seperti Beras 5kg 1 Karung, Telur ayam 1 Papan. 
‎
‎Selain itu juga pemerian makanan tambahan seperti susu ibu hamil dan ibu menyusui kemudian biskuit balita, susu UHT untuk balit.  
‎
‎Area Manager EMP Bentu-Korinci, Dadi Mulyadi didampingi CSR Officer Ismulyadi mengatakan, program PMT tersebut bertujuan untuk menunjang program pemerintah dan perusahaan di bidang kesehatan dengan harapan tidak adanya kasus stunting atau balita yang kekurangan gizi di daerah operasional perusahaan.
‎
‎” selain menyerahkan bantuan PMT pihak EMP juga menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk posyandu pada wilayah operasional EMP di kecamatan Tenayan Raya dan Kulim, ” pungkasnya
‎
‎
‎
‎Camat Kulim Fajri Adha menyebutkan sangat apresiasi dan terima kasih kami kepada EMP Bentu-Korinci yang telah memberikan bantuan bagi warga di dua kecamatan Kulim dan Tenayan Raya khusus nya kepada anak stunting semoga kedepan program ini akan terus berlanjut. 
‎
‎“Atas nama pemerintah kota pekanbaru kami mengucapkan terima kasih kepada EMP karena turut peduli kepada anak-anak yang kekurangan gizi yay mengalami stunting. Semoga program ini bisa terus berlanjut ke depannya,” kata  Camat Kulim Fajri Adha, Senin (13/7/2026) 
‎
‎Sebagaimana diketahui, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar.
‎
‎Penyebab utama stunting di antaranya asupan gizi dan nutrisi yang kurang mencukupi yang dimulai dari dalam kandungan sampai usia dua tahun serta pola asuh yang salah akibat kurangnya pengetahuan dan edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
‎
‎Selain itu, stunting juga disebabkan karena buruknya sanitasi lingkungan tempat tinggal seperti kurangnya sarana air bersih dan tidak tersedianya sarana MCK yang memadai serta keterbatasan akses fasilitas kesehatan yang dibutuhkan bagi ibu hami, ibu menyusui dan balita.  Red, Vera wati adiwinoto

Baca Juga:  ‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

BAKORNAS PERMIKOMNAS RI. Apresiasi Atas Kinerja Gemilang Polda Riau: Penegakan Hukum Tegas dan Penataan Kawasan Konservasi,

Update Terbaru

Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pembukaan Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data Laporan Keuangan dan BMN Triwulan III Tahun 2026

Update Terbaru

*Kelabui Polisi Dengan Bungkus Rokok, Seorang Pemuda Diboyong Ke Polres Binjai*

Update Terbaru

Dua orang laki-laki Spesial Bongkar Rumah Kosong ” Bongkar Atap seng Akhir Tangkap Polisi Sukajadi.

Update Terbaru

Satu Komando! Dankoti Eri Bukit Pimpin Rapat Koordinasi Strategis Koti Mahatidana PP Pekanbaru

Update Terbaru

Kapolres Rohil Pimpin Panen Raya Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Update Terbaru

Lapas Pekanbaru Ikuti Rapat Anev Ditjenpas Dan Koordinasi Pembentukan Pusat Rehabilitasi, Perkuat Sinergi Dan Kinerja Pemasyarakatan

Update Terbaru

*Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026*