Breaking News

Home / Update Terbaru

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:23 WIB

‎Diinstruksikan KONI Pusat, Pengprov Cabor Desak KONI Riau Segera Laksanakan Musorprov

‎

‎
‎verannews.com…

Pekanbaru- Sejumlah cabang olahraga (cabor) mendesak KONI Provinsi Riau untuk melaksanakan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) tahun 2026. Hal itu mengingat masa jabatan kepengurusan saat ini akan berakhir pada 29 Maret mendatang.
‎
‎Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Riau, Robin P Hutagalung, yang mewakili sejumlah cabang olahraga mengatakan bahwa KONI Pusat telah menyurati KONI Riau untuk segera melaksanakan Musorprov 2026.
‎
‎”KONI Pusat meminta agar KONI Riau saat ini melaksanakan Musorprov sebelum masa jabatan kepengurusan berakhir. Tentunya, hal ini harus menjadi pertimbangan bagi KONI Riau untuk melaksanakan Musorprov sesegera mungkin,” ujar Robin, Kamis (12/3/2026).
‎
‎Dikatakannya, jika sudah ada perintah dari KONI Riau untuk melaksanakan Musorprov, maka tentunya KONI Riau harus melaksanakan perintah tersebut.
‎
‎”Kalau sudah ada perintah, instruksi KONI Pusat ya harus dilaksanakan,” tegasnya.
‎
‎Menurutnya, sesuai dengan surat yang dikeluarkan KONI Pusat kepada KONI Riau, harusnya tidak ada lagi yang dipersoalkan.
‎
‎”Terkait dengan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum KONI Riau, dengan tegas dalam perintah KONI Pusat itu menyebutkan bahwa TPP harus melaporkan hasilnya di Musorprov,” sebutnya.
‎
‎Ditegaskannya, bagaimana pun dinamika TPP tetap harus dilaporkan hasilnya di Musorprov tersebut.
‎
‎”Biar forum itu yang menilai dan menentukannya. Bagaimanapun Musorprov itu merupakan forum musyawarah tertinggi dalam pembinaan olahraga oleh KONI Riau,” terangnya.
‎
‎Dirinya tidak ingin, karena perbedaan pendapat di internal TPP membuat Musorprov tertunda dan terabaikan.
‎
‎”Jadi silahkan segera laksanakan atau dijadwalkan ulang agar Musorprov ini terselenggara demi kemajuan olahraga Riau kedepan,” pungkasnya. (Raf)

Baca Juga:  Sugianto Ajak Sukseskan HUT RI ke-81 dan Meriahkan Pacu Jalur, Warga Kuansing Diminta Jaga Kondusivitas

Penulis ( Rafijiz )

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai menjalin silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas dengan Badan Penanggulangan Bencana

Update Terbaru

*Spesialis Curanmor Modus Kunci Letter T Beraksi, Team Cobra Satreskrim Polres Binjai Berhasil Melumpuhkan Pelaku*

Update Terbaru

Pemantauan Arus Mudik Riau–Sumbar, Polda Riau Pastikan Lalin Lancar dan Personel Siaga 24 Jam

Update Terbaru

Temuan Agus Flores, Menggemparkan Magelang, Ada Terbit IUP Tanpa Ada Houling Sendiri.

Update Terbaru

Bersyukur ASN Kota Pekanbaru Terima 4 Hak Sekaligus, Terima kasih Bapak Walikota Pekanbaru.

Update Terbaru

Kejurnaswil Sumatera Shorinji Kempo 2026, Perkemi Pekanbaru Raih 2 Medali Emas dan 1 Perak

Update Terbaru

“DETEKSI DINI GANGGUAN KEAMANAN LAPAS NARKOTIKA RUMBAI GELAR RAZIA RUTIN BLOK HUNIAN”

Update Terbaru

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila