Breaking News

Home / Update Terbaru

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:32 WIB

*Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan*

VeranNews.com…Natuna – Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku usaha untuk dikembangkan sebagai sumber bibit perkebunan. Dikenal memiliki daging buah yang tebal dan produktivitas tinggi, bibit kelapa dari daerah perbatasan itu kini mulai dipasok ke berbagai wilayah untuk mendukung peningkatan produksi kelapa nasional.

Sebanyak 80.000 butir bibit kelapa asal Natuna dikirim menuju Lobam, Kabupaten Bintan, menggunakan KLM Sukses Bersama 88. Sebelum diberangkatkan, seluruh bibit menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna.

Kepala Karantina Kepri Hasim mengatakan, pengiriman tersebut merupakan yang ketiga sepanjang 2026. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur karantina untuk memastikan bibit yang dilalulintaskan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan.

“Berdasarkan data aplikasi Best Trust, terdapat permohonan pengiriman sebanyak 80.000 butir bibit kelapa. Kami memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur agar bibit yang dikirim aman dan sehat,” ujar Hasim di Natuna, Kepulauan Riau, Selasa, 4 Agustus.

Menurut Hasim, pemeriksaan dilakukan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Petugas memastikan bibit bebas dari _Sexava nubila_, organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A2 yang berpotensi menyebar ke daerah lain melalui media pembawa tanaman.

Selain itu, petugas juga memastikan bibit terbebas dari penyakit layu kelapa yang disebabkan oleh cendawan maupun bakteri. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh bibit memenuhi persyaratan karantina untuk dilalulintaskan.

Hasim menjelaskan, bibit kelapa termasuk media pembawa berisiko tinggi karena merupakan tanaman tahunan. Proses pembibitan hingga siap tanam membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 12 bulan, sementara tanaman baru mulai berproduksi setelah beberapa tahun.

Baca Juga:  Rutan Kelas I Labuhan Deli Memperingati Hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Bersama Ustadz Azhar Sitompul

“Dari bibit siap tanam hingga menghasilkan buah memerlukan waktu yang panjang. Karena itu kami mengawal setiap proses pengiriman agar bibit yang diterima di daerah tujuan dapat tumbuh dengan baik dan tidak membawa penyakit tanaman,” katanya.

Ia menambahkan, meningkatnya permintaan bibit kelapa menunjukkan potensi baru bagi perekonomian Natuna. Selama ini daerah tersebut lebih dikenal sebagai penghasil komoditas perikanan, namun pengembangan usaha pembibitan kelapa membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan perkebunan kelapa di berbagai daerah.

Terpisah, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding menegaskan, karantina tidak hanya berfungsi melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit, tetapi juga hadir sebagai _economic tools_ yang mendukung percepatan ekspor nasional.

Barantin, tegas Karding, berkomitmenmemberikan pelayanan yang profesional, cepat, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.

“Kami memastikan seluruh proses sertifikasi karantina berjalan cepat, transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar. Barantin siap menjadi mitra strategis bagi para eksportir untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global,” tegasnya beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, saat ini harga bibit kelapa jambul di Natuna berkisar Rp3.000 per butir. Tingginya permintaan diharapkan mampu mendorong berkembangnya sentra pembibitan sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa nasional.

Penulis Rafizis

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

*Polres Dumai Gelar Minggu Kasih di HKBP Resort Dumai Kota, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas*

Update Terbaru

Peringati HBP ke-62, Rutan Labuhan Deli Gelar Donor Darah*    

Update Terbaru

*POLRES BINJAI TEGASKAN KOMITMEN PERANGI NARKOBA, OPERASI ANTIK TOBA 2026 UNGKAP 23 KASUS DAN 28 TERSANGKA*

Update Terbaru

‎Kelompok Tani Duta Tani Tanam Padi Gogo, Dorong Ketahanan Pangan di Pekanbaru

Update Terbaru

TERIMAKASIH POLSEK KULIM ATAS RESPON CEPAT MENINDAK LANJUTI LAPORAN MASYARAKAT MELALAUI LAYANANAN DARURAT 110.

Update Terbaru

Razia Rutin Blok Hunian, Guna Antisipasi Gangguan Keamanan dan Ketertiban

Update Terbaru

Wisuda di Usia 50 Tahun, Pria Asal Riau Raih Gelar Ketiganya di Unwahas Semarang

Update Terbaru

*KAPOLRES BINJAI HADIRI MAULID ARBA’IN DI MASJID AS-SYAKIRIN, AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS*