BENGKALIS – verannews.com.Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bengkalis menggelar kegiatan perekaman data kependudukan dan pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi 182 warga binaan yang dipusatkan di aula serbaguna pada Senin (27/04). Dimulai pukul 09.00 WIB, aksi jemput bola ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mempercepat pemenuhan hak administrasi sipil bagi tahanan dan narapidana. Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, validasi data ini sangat krusial guna memberikan kepastian akses layanan jaminan kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kegiatan ini melibatkan delapan orang petugas pendataan dari Disdukcapil Kabupaten Bengkalis yang dipimpin langsung oleh Bapak Yusri Ahmad, SH. Kedatangan tim teknis tersebut disambut oleh Kepala Seksi Binadik, Boy Fernandes, untuk memastikan proses sinkronisasi data 182 warga binaan berjalan akurat. Langkah ini diambil karena validitas NIK merupakan kunci utama agar warga binaan dapat terdaftar secara resmi dalam sistem jaminan kesehatan nasional, sehingga kendala biaya pengobatan bagi mereka yang kurang mampu dapat teratasi secara sistematis.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa identitas kependudukan adalah hak dasar yang tetap harus dipenuhi negara. Menurutnya, tanpa NIK yang valid, warga binaan akan kesulitan mendapatkan akses bantuan sosial maupun layanan medis yang bersifat darurat. “Perekaman NIK ini adalah hadiah bagi warga binaan di momen HBP ke-62. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga binaan yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena masalah administrasi. Sinergi dengan Disdukcapil ini merupakan upaya nyata kami dalam mewujudkan pemasyarakatan yang responsif dan humanis, di mana setiap individu mendapatkan hak sipilnya secara utuh untuk mendukung optimalisasi skema PBI Jaminan Kesehatan,” ujar Priyo Tri Laksono.
Pelaksanaan perekaman data yang meliputi pengambilan foto, sidik jari, hingga pemadanan data lama ini terpantau berjalan dengan lancar dan tertib. Pengawasan ketat tetap dilakukan oleh jajaran pengamanan untuk memastikan kondusivitas area aula selama proses administrasi berlangsung. Warga binaan yang mengikuti kegiatan ini tampak antusias, menyadari pentingnya memiliki data kependudukan yang aktif untuk keperluan integrasi di masa depan.
#humaslapasbengkalis
Red Verawati adiwinoto






















