Breaking News

Home / Update Terbaru

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:00 WIB

Warga Makassar Tak Percaya Kinerja Polisi, Maraknya Debt Collector & Aplikasi Matel Bocorkan Data Pribadi, Minta Tolong Pangdam Hasanuddin

Makassar —Verannews.com_- Gelombang ketidakpercayaan publik terhadap aparat kepolisian kembali mencuat di Kota Makassar. Warga secara terbuka menyatakan tidak percaya pada kinerja Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Makassar, menyusul maraknya aksi debt collector yang diduga memanfaatkan aplikasi pelacakan kendaraan (matel) serta kebocoran data pribadi warga.

Situasi tersebut dinilai telah menciptakan rasa takut dan ketidakamanan di ruang publik. Warga pun mengambil langkah tidak biasa: meminta pertolongan langsung kepada Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, karena menilai aparat kepolisian belum mampu mengendalikan keadaan.

“Bapak Pangdam Hasanuddin, kami warga Makassar mau aman, Pak. Kami percaya TNI mampu memberantas ini demi keamanan Kota Makassar,” demikian seruan warga yang disampaikan melalui pesan berantai.

Debt Collector Dinilai Berubah Jadi Preman Jalanan
Warga mendesak agar preman berkedok debt collector tidak lagi dibiarkan bebas berkeliaran di Makassar.

Praktik penagihan utang disebut sudah melenceng jauh dari prosedur hukum dan berubah menjadi aksi intimidasi serta perampasan paksa kendaraan.

Sejumlah warga bahkan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum, yang membuat para pelaku semakin berani bertindak di tempat umum tanpa rasa takut.

“Kami tidak boleh diperlakukan seenaknya. Apalagi menarik kendaraan dengan cara paksa. Ini bukan penagihan, ini perampasan,” ujar salah seorang warga.

Kesaksian Korban: Kendaraan Dirampas di Tempat Umum
Seorang sumber terpercaya berinisial M mengaku menjadi korban perampasan kendaraan yang dilakukan oleh sekelompok debt collector di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Makassar.

Baca Juga:  Sambut Ramadan 1447 H, Polres Rokan Hilir "Sulap" Masjid Jadi Lebih Nyaman Lewat Program BERUBAH ROKAN HILIR veranNews.com Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan semangat kepedulian, Polres Rokan Hilir menggelar aksi sosial bertajuk Program BERUBAH (Bersih-Bersih Rumah Ibadah). Aksi gotong royong ini menyasar Masjid Ar Rahman, Simpang Solah, Kelurahan Banjar XII, pada Jumat pagi (20/02/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini melibatkan personel dari Satresnarkoba dan Satsamapta. Alih-alih memegang perlengkapan tugas operasional, para personel tampak cekatan mengayunkan sapu, alat pel, hingga membersihkan halaman masjid demi memastikan kenyamanan jamaah yang akan beribadah. Bukan Sekadar Bersih-Bersih Kapolres Rokan Hilir menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari pendekatan humanis Polri. Menurutnya, kenyamanan tempat ibadah berbanding lurus dengan kekhusyukan ibadah masyarakat. "Kami ingin Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli. Dengan lingkungan yang bersih, jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk, sehat, dan nyaman selama bulan Ramadan," ujar Kapolres. Sinergi Masyarakat: Melibatkan pengurus masjid dalam aksi gotong royong untuk memupuk kebersamaan. Area Sasaran: Pembersihan menyeluruh meliputi bagian dalam masjid, area wudu, hingga halaman luar. silaturahmi antara kepolisian dan warga demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Apresiasi dari Warga Kehadiran para personel Polres Rohil ini disambut hangat oleh pengurus Masjid Ar Rahman. Aksi ini dinilai mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Hingga kegiatan berakhir, suasana terpantau aman dan penuh keakraban. berdampak besar ini, Polres Rokan Hilir berharap harmoni antara Polri dan masyarakat semakin kuat, seiring dengan datangnya bulan penuh berkah. (Sawal)

“Modusnya bilang tagih utang. Orangnya banyak, bertato. Mereka berani karena tempatnya ramai. Ini bukan nagih, Pak, tapi memang mau ambil mobil saya. Langsung ditutup,” ungkap M.

Menurut M, tindakan tersebut dilakukan secara sewenang-wenang tanpa surat resmi, tanpa pendampingan aparat, dan tanpa putusan pengadilan.
Kapolda dan Kapolrestabes Dinilai Gagal Hadirkan Rasa Aman
Maraknya kasus ini membuat warga menilai Kapolda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar belum mampu menjaga keamanan dan kenyamanan Kota Makassar.

Ketika laporan dan keluhan dianggap tidak ditindaklanjuti secara tegas, kepercayaan publik pun perlahan runtuh.

“Jangan biarkan preman berkedok debt collector berkeliaran di Makassar seperti di Jakarta. Ini sudah jadi masalah serius bagi warga,” tegas M.

Warga Desak Negara Hadir, Bukan Diam
Warga menegaskan bahwa penarikan kendaraan secara paksa adalah perbuatan melawan hukum dan tidak boleh dibiarkan seolah-olah legal.

Mereka berharap negara hadir secara nyata untuk melindungi rakyat, bukan justru membiarkan teror terjadi di jalanan.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah aparat dan respons institusi negara. Akankah keresahan warga segera dijawab dengan tindakan tegas, atau ketidakpercayaan publik akan terus membesar?

Redaksi/team

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Kapolda Sumut Ajak Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Dukung Polri Presisi di Bulan Ramadhan*

Update Terbaru

Pegiat Lingkungan Sorot Tambang Sulawesi Tengah.

Update Terbaru

4 HARI PASCA JEBOL, TANGGUL PT PCS MASIH MUNTAHKAN LUMPUR KE SUNGAI SINGINGI, DPRD KUANSING DITAGIH PANGGIL DIREKSI

Update Terbaru

*Antisipasi Lonjakan Arus Long Weekend, Ditlantas Polda Riau Sebar Personel di Titik Rawan*

Update Terbaru

Lapas Bengkalis Salurkan Bansos, Perkuat Kepedulian Sosial

Update Terbaru

Jumat Pertama Ramadhan, Harapan Menggema dalam Sholat Jumat Berjamaah di Lapas Pekanbaru

Update Terbaru

Akses Lumpuh Total! Hujan Deras Picu Longsor di Rantau Kasih, Warga Terpaksa ‘Membelah’ Ladang

Update Terbaru

Dinilai Layak Jadi Ketua RW, Murdiman Siap Satukan Warga dalam Membangun Lingkungan