Breaking News

Home / Update Terbaru

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:20 WIB

Sahur On The Road Bersama Wali Kota, Ditlantas Polda Riau Kampanyekan Keselamatan dan Green Policing

Pekanbaru,VeranNews.com_–Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Kamsel melaksanakan kegiatan Kampanye Keselamatan Lalu Lintas dalam rangkaian Sahur On The Road bersama Wali Kota Pekanbaru dan ribuan pengemudi ojek online, Minggu (1/3/2026) dini hari.

Kegiatan yang berlangsung pukul 02.00 hingga 05.00 WIB di Lapangan Purna MTQ, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., mewakili Dirlantas Polda Riau.

   Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wakil Wali Kota Markarius Anwar, serta Kapolresta Pekanbaru Muharman Arta, unsur Forkopimda Kota Pekanbaru, para camat dan lurah se-Kota Pekanbaru, serta sekitar 1.500 driver ojek online.

Dalam sambutannya di tengah ribuan komunitas ojol, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa peran ojek online saat ini sangat besar sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Peran ojol saat ini cukup besar sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Setiap hari rekan-rekan berada di jalan dan menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:  Aniaya Maling Sawit Hingga Meninggal Dunia, 4 Security Perkebunan jadi Tersangka

Mari kita jadikan keselamatan sebagai kebutuhan dan budaya bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi inisiatif Ditlantas Polda Riau yang mengedepankan pendekatan humanis dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Rekan-rekan ojol adalah mitra strategis pemerintah dalam melayani masyarakat.

Utamakan keselamatan karena keluarga menunggu di rumah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., serta Kapolresta Pekanbaru Muharman Arta secara simbolis menyerahkan helm berstandar SNI, bibit pohon, dan tumbler kepada perwakilan driver ojek online.

Penyerahan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mendukung keselamatan berkendara sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui program Green Policing.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengundian doorprize dan foto bersama, berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan. (***)

(Redaksi/Verawati)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

*IPTU Erwan Maconda Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Dumai, Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik*

Update Terbaru

Pengunjung Plaza Medan Fair Heboh, Seorang Wanita Jatuh Dari Lantai 4 Dan Meninggal Dunia

Update Terbaru

Sambut Ramadan 1447 H, Polres Rokan Hilir “Sulap” Masjid Jadi Lebih Nyaman Lewat Program BERUBAH ROKAN HILIR veranNews.com Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan semangat kepedulian, Polres Rokan Hilir menggelar aksi sosial bertajuk Program BERUBAH (Bersih-Bersih Rumah Ibadah). Aksi gotong royong ini menyasar Masjid Ar Rahman, Simpang Solah, Kelurahan Banjar XII, pada Jumat pagi (20/02/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini melibatkan personel dari Satresnarkoba dan Satsamapta. Alih-alih memegang perlengkapan tugas operasional, para personel tampak cekatan mengayunkan sapu, alat pel, hingga membersihkan halaman masjid demi memastikan kenyamanan jamaah yang akan beribadah. Bukan Sekadar Bersih-Bersih Kapolres Rokan Hilir menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari pendekatan humanis Polri. Menurutnya, kenyamanan tempat ibadah berbanding lurus dengan kekhusyukan ibadah masyarakat. “Kami ingin Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli. Dengan lingkungan yang bersih, jamaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk, sehat, dan nyaman selama bulan Ramadan,” ujar Kapolres. Sinergi Masyarakat: Melibatkan pengurus masjid dalam aksi gotong royong untuk memupuk kebersamaan. Area Sasaran: Pembersihan menyeluruh meliputi bagian dalam masjid, area wudu, hingga halaman luar. silaturahmi antara kepolisian dan warga demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif. Apresiasi dari Warga Kehadiran para personel Polres Rohil ini disambut hangat oleh pengurus Masjid Ar Rahman. Aksi ini dinilai mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat. Hingga kegiatan berakhir, suasana terpantau aman dan penuh keakraban. berdampak besar ini, Polres Rokan Hilir berharap harmoni antara Polri dan masyarakat semakin kuat, seiring dengan datangnya bulan penuh berkah. (Sawal)

Update Terbaru

Bebas Narkoba! BNNK Tes Urine Petugas dan WBP Negatif, Lapas Bengkalis Gandeng Polri-TNI Sidak Kamar

Update Terbaru

Perkuat Sinergi Penegak Hukum, Kalapas Pekanbaru Hadiri Sidang Pleno Laporan Tahunan 2025 Pengadilan Tinggi Riau

Update Terbaru

Keadilan Bukan Milik Perushaan: Dua Dokumen Negara Tidak Bisa Dibantah dan 2.050 Hektar Lahan Milik Masyarakat

Update Terbaru

Bentuk Peduli Warga Perum Gpk 4 Dengan Jalan Yang Rusak !!!

Update Terbaru

Kata Plt DLH Kuansing: Jangan Bilang Kami Tidak Bertanggung Jawab dan Sebut Wartawn Menyerang Pribadi Kuantan Singingi,- Terkait sebuah pemberitaan wartawan yang terbit di Media Siber, yaitu di beberapa titik sampah menumpuk di tengah-tengah kota Teluk Kuantan yang tidak diatasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing (Kuansing) di eranya Delis Martoni, hal ini memang menjadi masalah serius, paga Kamis malam 26 Maret 2026. Terkait hal ini, awak media mendapatkan balasan konfirmasi melalui via WhatsApp dari Plt Dinas Lingkungan Hidup, Delis Martoni, Jumat Pagi (27/03/2026). “Hari selasa tanggal 24 maret, kami DLH gotong royong bersihkan sampah di topan dengan 6 (enam) Dumptruck (Dantruk). Jadi jangan bilang kami tdk bertanggung jawab,” ucap Delis Martoni. “Untuk kegiatan ini kami sampai lembur, menyediakan makan siang dan tambahan minyak operasional untuk setiap armada. Jangan suka-suka bapak saja buat berita, bapak suko (suka) kali menyerang pribadi orang,” ucap lagi Delis Martoni Plt DLH Kuansing. Lanjutnya Delis Martoni, sampai malam anggota mengangkat sampah liar di topan, bapak buatlah beritanya. “Sempai malam anggota mengangkat sampah liar rumbio atau tobek panjang,” ujar Delis dengan mengirimkan foto dokumentasi yang tidak ada tanggalnya. Wartawan, netizen net dan masyarakat tidak pernah menyerang pribadi seseorang, hanya mempertanyakan kebijakan dan tanggung jawab Dinas lingkungan Hidup, begitu juga dengan peran aktifnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Menyoroti Poin-poin tugas penting dan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kuansing diantaranya: 1.Mengelola Sampah: Mengatur sistem pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. 2.Mengawasi Kualitas Lingkungan: Memantau dan mengontrol polusi udara, air, dan tanah. 3.Melestarikan Keanekaragaman Hayati: Melindungi dan melestarikan flora dan fauna yang terancam punah. 4.Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. 5.Mengatur Isertifikat Lingkungan: Mengatur dan mengawasi pemberian izin lingkungan untuk kegiatan yang berpotensi berdampak pada lingkungan. Dengan demikian, DLH Kuansing berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebelumnya, awak media sempat menerbitkan sebuah pemberitaan di Media Siber dengan judul pemberitaan “Tumpukan Sampah Ditengah Kota: Kepala DLH Diduga Terkesan Tutup Mata dan Tidak Ada Tanggung Jawab”. Berdasarkan aturan, DLH memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah secara efektif dan ramah lingkungan, bukan terkesan elergi dengan tutup mata dan dugaan mengharapkan anggaran. Masalah sampah di tengah Kota yang menumpuk tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. DLH Kabupaten Kuansing seharusnya memiliki strategi untuk mengatasi masalah ini, namun sepertinya belum berjalan efektif. Kebijakan pemerintah dipertanyakan, karena Pemerintah Kabupaten Kuansing sebelumnya telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengatasi masalah sampah, termasuk pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional. Fokusnya adalah pada infrastruktur dan penerapan kebijakan berbasis teknologi. Ditahun 2025, Dinas lingkungan Hidup Kuansing pernah mengadakan acara edukasi lingkungan hidup, sebagai mana dalam upaya mengatasi permasalahan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Hal ini, melibatkan tim nasyarakat LPPM Universitas Riau tahun 2025 yang sudah menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi Tahun silam, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting masyarakat, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing, para Kepala Sekolah SD dan SMP di Kecamatan Kuantan Tengah, Pengurus Bumdes Koto Taluk, ibu-ibu PKK, dan Komunitas Peduli Kuansing (KPK). Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) serta pengembangan kawasan edukasi berbasis lingkungan di ECOEDUPARK Hutan Kota Pulau Bungin, Teluk Kuantan. Namun, DLH Kuansing di era tahun 2026, kegiatan ini tidak bisa di pertahankan, dugaan alasan karena keterbatasan anggaran. Diwaktu terpisah, awak media sudah konfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing Delis Martoni melalui via WhatsApp dengan mengirim sebuah foto tumpukan sampah. Namun, konfirmasi awak media tidak dibalas. Harapan Anggota Kelembagaan Pers, DLH Kabupaten Kuansing harus memiliki kebijakan yang jelas dan efektif untuk mengatasi masalah sampah. Mereka juga harus transparan dalam mengelola sampah dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Langkah Selanjutnya, Pemerintah dan DLH Kabupaten Kuansing harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah sampah di tengah kota. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung upaya pengelolaan sampah yang efektif. Dikutip dari informasi Sketariat Kabinet Republik Indonesia, bahwasanya Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025, guna membahas solusi komprehensif dalam penanganan dan pengelolaan sampah secara nasional. Dalam keterangannya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa permasalahan sampah yang masih dihadapi di berbagai wilayah ini menjadi perhatian dan prioritas dari Presiden. “Tentu kita tahu bahwa sampai dengan hari ini kita masih menghadapi berbagai permasalahan sampah di berbagai kota, kabupaten seluruh Indonesia. Masyarakat kita juga banyak sekali yang sudah mengeluhkan permasalahan ini dan tentu kita tidak boleh diam,” ucapnya. Menurut AHY, rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan sampah yang makin kompleks. Pembangunan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan sampah menjadi hal yang penting, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah sejak dini di sekolah. “Tentunya kita harus menghadirkan kesadaran dan kepedulian secara nasional. Pertama itu yang harus dibangun. Oleh karenanya pendidikan, sosialisasi termasuk di sekolah-sekolah kita dari mulai kecil sampai dengan dewasa harus ditanamkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah itu sendiri,” lanjutnya. Selain membangun kesadaran masyarakat, pemerintah juga akan fokus pada penerapan teknologi dan penguatan infrastruktur dalam menangani sampah dari hulu hingga hilir. AHY menyoroti kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah yang sudah penuh serta dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. “Disinilah harus hadir beberapa terobosan termasuk penggunaan teknologi dan infrastruktur yang fokus pada penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Dari mulai sumbernya rumah tangga, industri, sentra-sentra komersial dan semua yang memproduksi sampah,” jelas AHY. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, AHY berharap pengelolaan sampah dapat ditangani dengan baik mulai dari tempat pembuangan sampah terpadu (TSPT) hingga tempat pemrosesan akhir (TPA). “Sampah diharapkan bisa dihancurkan kemudian juga sebagian bisa ditimbun, tetapi selebihnya benar-benar kita fokus pada recycle, dikembalikan kepada produser untuk bisa diproduksi komunitas tertentu, tapi juga pembakaran tadi bisa kemudian diubah menjadi listrik,” lanjutnya. Sebagai langkah konkret, AHY mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional yang akan berfokus pada infrastruktur serta penerapan kebijakan berbasis teknologi. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan ini secara terintegrasi. “Kita ingin menghadirkan kebijakan yang komprehensif terintegrasi. Yang menjadi ujung tombak sebetulnya pada pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat akan hadir dengan kebijakan dan bersama-sama,” ungkap AHY. Sebagai bagian dari upaya nasional, AHY menyebut bahwa pemerintah juga akan menghadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan. “Sekali lagi bukan hanya infrastrukturnya, bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat ini bisa terus kita bangun bersama-sama,” tandasnya.(Sugianto)