Breaking News

Home / Update Terbaru

Senin, 16 Februari 2026 - 06:18 WIB

Penuhi Hak Warga binaan di Tengah Perayaan Imlek dan Menyambut Ramadan, Lapas Bengkalis Tetap Buka Layanan Kunjungan di Hari Libur

BENGKALIS –Verannews.com_-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis tetap membuka layanan kunjungan tatap muka bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan pada Senin (16/02) guna memastikan pemenuhan hak warga binaan di tengah suasana perayaan Imlek dan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Meski bertepatan dengan periode libur panjang nasional, jajaran Lapas Bengkalis tetap bersiaga melayani masyarakat dengan pembagian jadwal khusus, yakni hari Senin untuk kunjungan kasus Narkotika dan hari Rabu untuk kasus Non-Narkotika.

Langkah ini diambil sebagai bentuk pelayanan prima untuk memfasilitasi silaturahmi keluarga dalam dua momentum besar keagamaan tersebut, dengan tetap menerapkan pengawasan ketat dan standar operasional prosedur keamanan di lingkungan Lapas.  Kebijakan ini merupakan instruksi langsung untuk menunaikan hak-hak Warga binaan dalam menjalin komunikasi dengan dunia luar, terutama saat hari besar keagamaan dan menjelang bulan puasa.

Baca Juga:  ‎Damkar Pekanbaru Latih Civitas FK Unri Hadapi Kebakaran, Mahasiswa Praktik Langsung Gunakan APAR

Petugas Lapas Bengkalis tetap menjalankan tugas di loket pendaftaran serta ruang penggeledahan guna memastikan situasi tetap terkendali meskipun jumlah pengunjung mengalami peningkatan dibandingkan hari kerja biasanya.

Momentum libur Imlek yang berdekatan dengan datangnya Ramadan ini dimanfaatkan oleh banyak keluarga untuk memberikan dukungan moral bagi warga binaan.

Dengan pembagian jadwal yang spesifik antara perkara narkotika dan non-narkotika, pihak Lapas bertujuan untuk mengurai kepadatan sehingga proses pertemuan dapat berjalan lebih tertib, nyaman, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama.

Seluruh rangkaian kegiatan layanan kunjungan di hari libur ini terpantau berjalan aman, lancar, dan penuh khidmat

Kalapas Bengkalis mengapresiasi dedikasi seluruh petugas yang tetap memberikan pelayanan terbaik demi menjaga stabilitas keamanan serta kedisiplinan di dalam instansi.tutup Priyo Trilaksono.

#humas lapas bengkalis

(Redaksi/ verawati)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

*Rutan Kelas I Labuhan Deli Gelar Panen Raya, Implementasi 15 Program Aksi Kemenimpas*

Update Terbaru

TIM SATRESNARKOBA POLRES BINJAI UNGKAP KASUS SABU, DUA TERSANGKA DIAMANKAN*

Update Terbaru

Raih Prestasi Nasional, Lapas Pekanbaru Ikuti Tasyakuran HBP ke-62

Update Terbaru

Di Balik Duka Laka Maut, Kepedulian Polisi Hadir untuk Keluarga Korban

Update Terbaru

OPTIMALISASI PELAYANAN PRIMA, LAPAS KELAS IIA BANGKINANG TERIMA KUNJUNGAN KOORDINASI KEMENKO KUMHAM IMIPAS

Update Terbaru

*Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Rantau Kopar Bripka Kuncoro, S.H. Monitoring Tanaman Jagung Pipil Warga*

Update Terbaru

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila

Update Terbaru

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan, Produk UMKM Warga Binaan Kini Hadir di Kantor Imigrasi Belawan