Veranewsccom –KUANTANSINGI,– Satreskrim Polres Kuantan Singingi mengamankan dua pemuda yang berkeliling Kota Taluk Kuantan menggunakan pakaian menyerupai pocong sambil berkendara motor. Aksi yang dilakukan demi konten viral itu meresahkan warga, Sabtu 6/6/2026 sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan Proklamasi, Desa Koto Taluk, Kuantan Tengah.
Kedua pemuda berinisial FS, 20 tahun, dan AFM, 18 tahun, warga Kelurahan Pasar Taluk. Dari hasil klarifikasi, kostum pocong itu mereka beli online awal Mei 2026.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. melalui rilis Humas menyebut, aksi itu terinspirasi tayangan TikTok. Tujuannya cuma satu: cari hiburan dan biar viral di medsos.
“Dari hasil pemeriksaan, keduanya sudah sekitar 10 kali melakukan aksi serupa pada rentang pukul 20.00 WIB sampai 23.00 WIB. Lokasinya muter di Perumnas, Beringin Taluk, Taman Jalur, sampai Bundaran Carano,” jelas Kapolres.
Aksi keliling malam-malam pakai kostum pocong bikin warga kaget, takut, dan mengira ada gangguan kamtibmas. Padahal Kuansing baru saja diributkan isu hoaks maling pocong di Sentajo Raya. Alhasil kegaduhan berlipat.
Setelah diamankan Satreskrim, keduanya membuat surat pernyataan. Isinya permohonan maaf ke masyarakat Kuansing + janji tidak mengulangi perbuatan.
Kapolres mengimbau generasi muda Kuansing bijak bermedia sosial. “Jangan lakukan tindakan yang mengganggu keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat hanya demi perhatian atau popularitas di dunia maya,” tegas AKBP Hidayat.
Beliau juga minta warga arif menanggapi isu. Cek dulu faktanya, jangan langsung sebar. Apalagi konten yang berpotensi hoaks atau bikin panik.
Kasus ini jadi pengingat: viral boleh, tapi jangan ganggu orang. Kamtibmas Kuansing tetap jadi prioritas. Kalau ada aksi serupa, lapor ke 110 gratis 24 jam.
Info & pengaduan: Humas Polres Kuansing +62 812-3372-6363, email humaspolreskuansing1@gmail.com, IG @humaspolreskuansing, FB Humas Polres Kuansing . ( Sugianto)
Tagline “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah” berlaku juga di dunia maya. Marwah Kuansing dijaga dengan konten positif, bukan konten yang menakuti.






















