Breaking News

Home / Update Terbaru

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:41 WIB

*Besok, PWI Riau Gelar Laga Persahabatan Tenis Meja Bersama SKK Migas Sumbagut dan EMP*

VeranNews..PEKANBARU – Panitia menggelar technical meeting menjelang pertandingan persahabatan tenis meja yang mempertemukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, SKK Migas Sumbagut, dan EMP Bentu, Rabu (29/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan teknis pelaksanaan pertandingan yang akan berlangsung dengan semangat kebersamaan dan sportivitas. Dalam kesempatan itu, para peserta juga mencabut nomor undian untuk menentukan pasangan masing-masing.

Pertandingan akan digelar pada Kamis (30/7/2026) di Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Riau, Abdul Gapur, mengatakan pertandingan persahabatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antarinstansi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memantau potensi atlet tenis meja yang nantinya dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk happy-happy sekaligus mempererat silaturahmi. Di sisi lain, ini juga menjadi kesempatan memantau calon atlet tenis meja yang akan dipersiapkan mengikuti Porwanas mendatang,” katanya.

Gapur berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Kami berharap seluruh peserta bermain dengan semangat dan sportif. Boleh bermain maksimal, tetapi tetap menjaga kebersamaan karena tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan baik,” ujarnya.

Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Kunto Purbono mengatakan SKK Migas Sumbagut menurunkan delapan pemain pada pertandingan persahabatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan yang mempererat hubungan dengan insan pers.

“Supaya semua happy, ada engagement yang bagus, kolaborasi antara SKK Migas dengan kawan-kawan wartawan di PWI. Kompetisi memang ada, tapi agak direm, yang kita gas justru kolaborasinya,” ujar Kunto.

Baca Juga:  Pasca-OTT KPK Jangan Suka Mengambil Kepentingan, Akun Anonim di TikTok Sebar Disinformasi dan Adu Domba Tokoh Kuansing

Ia berharap hubungan baik yang selama ini terjalin antara SKK Migas Sumbagut dan PWI Riau semakin kuat melalui kegiatan olahraga tersebut.

Sementara itu, Humas EMP Bentu Hansardi turut menyampaikan apresiasi kepada PWI Riau yang telah membuka ruang kolaborasi melalui kegiatan olahraga tersebut. Menurutnya, pertandingan persahabatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan yang telah terjalin baik antara EMP dan insan pers.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PWI Riau yang bersedia berkolaborasi dalam kegiatan fun tenis meja ini. Kami berharap dengan adanya kolaborasi ini, hubungan erat antara EMP dan PWI terus terjaga,” ujar Hansardi.

Ia menjelaskan, EMP Bentu menurunkan empat pemain dalam pertandingan tersebut karena padatnya agenda perusahaan.

“Dari EMP turun empat orang. Karena agenda kami cukup padat, kami hanya bisa menurunkan empat orang untuk bermain. Namun, kami tetap antusias mendukung kegiatan ini sebagai ajang mempererat silaturahmi,” tambahnya.

Ketua Panitia Syahnan Rangkuti mengatakan pertandingan akan menggunakan peraturan resmi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Panitia menyiapkan tiga meja pertandingan dengan total 19 pasangan atau 38 peserta yang telah mendaftar hingga pelaksanaan technical meeting.

“Pertandingan akan menggunakan peraturan PTMSI dan dipimpin wasit dari PTMSI agar seluruh pertandingan berjalan tertib dan sportif,” kata Syahnan.***

Penulis Rafizis

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Kalapas Priyo Tri Laksono Ajak Pegawai Bekerja dengan Hati dan Berintegritas

Update Terbaru

Titip Takjil, Titip Kasih: Program Ramadan Lapas Pekanbaru Disambut Antusias Keluarga Warga Binaan

Update Terbaru

*KERJA SAMA PEMANFAATAN FABA LAPAS NARKOTIKA RUMBAI GUNAKAN PUPUK ORGANIK BANTUAN PLN UNTUK PEMUPUKAN TANAMAN KETAHANAN PANGAN*

Update Terbaru

Silaturahmi Penuh Makna, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Keselamatan Berlalu Lintas dan Green Policing di Pekanbaru.

Update Terbaru

Kata Plt DLH Kuansing: Jangan Bilang Kami Tidak Bertanggung Jawab dan Sebut Wartawn Menyerang Pribadi Kuantan Singingi,- Terkait sebuah pemberitaan wartawan yang terbit di Media Siber, yaitu di beberapa titik sampah menumpuk di tengah-tengah kota Teluk Kuantan yang tidak diatasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing (Kuansing) di eranya Delis Martoni, hal ini memang menjadi masalah serius, paga Kamis malam 26 Maret 2026. Terkait hal ini, awak media mendapatkan balasan konfirmasi melalui via WhatsApp dari Plt Dinas Lingkungan Hidup, Delis Martoni, Jumat Pagi (27/03/2026). “Hari selasa tanggal 24 maret, kami DLH gotong royong bersihkan sampah di topan dengan 6 (enam) Dumptruck (Dantruk). Jadi jangan bilang kami tdk bertanggung jawab,” ucap Delis Martoni. “Untuk kegiatan ini kami sampai lembur, menyediakan makan siang dan tambahan minyak operasional untuk setiap armada. Jangan suka-suka bapak saja buat berita, bapak suko (suka) kali menyerang pribadi orang,” ucap lagi Delis Martoni Plt DLH Kuansing. Lanjutnya Delis Martoni, sampai malam anggota mengangkat sampah liar di topan, bapak buatlah beritanya. “Sempai malam anggota mengangkat sampah liar rumbio atau tobek panjang,” ujar Delis dengan mengirimkan foto dokumentasi yang tidak ada tanggalnya. Wartawan, netizen net dan masyarakat tidak pernah menyerang pribadi seseorang, hanya mempertanyakan kebijakan dan tanggung jawab Dinas lingkungan Hidup, begitu juga dengan peran aktifnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Menyoroti Poin-poin tugas penting dan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kuansing diantaranya: 1.Mengelola Sampah: Mengatur sistem pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. 2.Mengawasi Kualitas Lingkungan: Memantau dan mengontrol polusi udara, air, dan tanah. 3.Melestarikan Keanekaragaman Hayati: Melindungi dan melestarikan flora dan fauna yang terancam punah. 4.Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. 5.Mengatur Isertifikat Lingkungan: Mengatur dan mengawasi pemberian izin lingkungan untuk kegiatan yang berpotensi berdampak pada lingkungan. Dengan demikian, DLH Kuansing berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebelumnya, awak media sempat menerbitkan sebuah pemberitaan di Media Siber dengan judul pemberitaan “Tumpukan Sampah Ditengah Kota: Kepala DLH Diduga Terkesan Tutup Mata dan Tidak Ada Tanggung Jawab”. Berdasarkan aturan, DLH memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah secara efektif dan ramah lingkungan, bukan terkesan elergi dengan tutup mata dan dugaan mengharapkan anggaran. Masalah sampah di tengah Kota yang menumpuk tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. DLH Kabupaten Kuansing seharusnya memiliki strategi untuk mengatasi masalah ini, namun sepertinya belum berjalan efektif. Kebijakan pemerintah dipertanyakan, karena Pemerintah Kabupaten Kuansing sebelumnya telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengatasi masalah sampah, termasuk pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional. Fokusnya adalah pada infrastruktur dan penerapan kebijakan berbasis teknologi. Ditahun 2025, Dinas lingkungan Hidup Kuansing pernah mengadakan acara edukasi lingkungan hidup, sebagai mana dalam upaya mengatasi permasalahan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Hal ini, melibatkan tim nasyarakat LPPM Universitas Riau tahun 2025 yang sudah menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi Tahun silam, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting masyarakat, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing, para Kepala Sekolah SD dan SMP di Kecamatan Kuantan Tengah, Pengurus Bumdes Koto Taluk, ibu-ibu PKK, dan Komunitas Peduli Kuansing (KPK). Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) serta pengembangan kawasan edukasi berbasis lingkungan di ECOEDUPARK Hutan Kota Pulau Bungin, Teluk Kuantan. Namun, DLH Kuansing di era tahun 2026, kegiatan ini tidak bisa di pertahankan, dugaan alasan karena keterbatasan anggaran. Diwaktu terpisah, awak media sudah konfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing Delis Martoni melalui via WhatsApp dengan mengirim sebuah foto tumpukan sampah. Namun, konfirmasi awak media tidak dibalas. Harapan Anggota Kelembagaan Pers, DLH Kabupaten Kuansing harus memiliki kebijakan yang jelas dan efektif untuk mengatasi masalah sampah. Mereka juga harus transparan dalam mengelola sampah dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Langkah Selanjutnya, Pemerintah dan DLH Kabupaten Kuansing harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah sampah di tengah kota. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung upaya pengelolaan sampah yang efektif. Dikutip dari informasi Sketariat Kabinet Republik Indonesia, bahwasanya Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025, guna membahas solusi komprehensif dalam penanganan dan pengelolaan sampah secara nasional. Dalam keterangannya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa permasalahan sampah yang masih dihadapi di berbagai wilayah ini menjadi perhatian dan prioritas dari Presiden. “Tentu kita tahu bahwa sampai dengan hari ini kita masih menghadapi berbagai permasalahan sampah di berbagai kota, kabupaten seluruh Indonesia. Masyarakat kita juga banyak sekali yang sudah mengeluhkan permasalahan ini dan tentu kita tidak boleh diam,” ucapnya. Menurut AHY, rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan sampah yang makin kompleks. Pembangunan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan sampah menjadi hal yang penting, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah sejak dini di sekolah. “Tentunya kita harus menghadirkan kesadaran dan kepedulian secara nasional. Pertama itu yang harus dibangun. Oleh karenanya pendidikan, sosialisasi termasuk di sekolah-sekolah kita dari mulai kecil sampai dengan dewasa harus ditanamkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah itu sendiri,” lanjutnya. Selain membangun kesadaran masyarakat, pemerintah juga akan fokus pada penerapan teknologi dan penguatan infrastruktur dalam menangani sampah dari hulu hingga hilir. AHY menyoroti kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah yang sudah penuh serta dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. “Disinilah harus hadir beberapa terobosan termasuk penggunaan teknologi dan infrastruktur yang fokus pada penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Dari mulai sumbernya rumah tangga, industri, sentra-sentra komersial dan semua yang memproduksi sampah,” jelas AHY. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, AHY berharap pengelolaan sampah dapat ditangani dengan baik mulai dari tempat pembuangan sampah terpadu (TSPT) hingga tempat pemrosesan akhir (TPA). “Sampah diharapkan bisa dihancurkan kemudian juga sebagian bisa ditimbun, tetapi selebihnya benar-benar kita fokus pada recycle, dikembalikan kepada produser untuk bisa diproduksi komunitas tertentu, tapi juga pembakaran tadi bisa kemudian diubah menjadi listrik,” lanjutnya. Sebagai langkah konkret, AHY mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional yang akan berfokus pada infrastruktur serta penerapan kebijakan berbasis teknologi. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan ini secara terintegrasi. “Kita ingin menghadirkan kebijakan yang komprehensif terintegrasi. Yang menjadi ujung tombak sebetulnya pada pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat akan hadir dengan kebijakan dan bersama-sama,” ungkap AHY. Sebagai bagian dari upaya nasional, AHY menyebut bahwa pemerintah juga akan menghadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan. “Sekali lagi bukan hanya infrastrukturnya, bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat ini bisa terus kita bangun bersama-sama,” tandasnya.(Sugianto)

Update Terbaru

Penuh Haru, Lapas Bengkalis Gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Dan Warga Binaan Untuk Pertama Kalinya

Update Terbaru

Sinergi di Bulan Suci: Kapolres Rokan Hilir Serahkan 50 Sak Semen untuk Pembangunan Masjid Nurul Mu’minin

Update Terbaru

‎Perkuat Kesiapan Hadapi Situasi Darurat, 30 Petugas Damkar Pekanbaru Ditempa dalam Pelatihan SAR ‎ ‎PEKANBARU– Meningkatkan kemampuan penyelamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Sebanyak 30 petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan mengikuti pelatihan pengembangan kompetensi penyelamatan teknis bersama SAR Pekanbaru. ‎ ‎Pelatihan tersebut resmi ditutup Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch., pada Selasa (13/10/2026) sore. ‎ ‎Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan kecepatan, ketepatan, keterampilan teknis, dan koordinasi tim. ‎ ‎Dalam sambutannya, Markarius menyampaikan apresiasi kepada instruktur SAR Pekanbaru yang telah memberikan tempat, kesempatan, serta pendampingan kepada para peserta selama pelatihan berlangsung. ‎ ‎“Kami sangat berterima kasih kepada SAR Pekanbaru yang telah memberikan tempat dan kesempatan untuk melatih para peserta dari petugas pemadam kebakaran dan keselamatan Kota Pekanbaru sebanyak 30 orang,” sebut Markarius. ‎ ‎Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal bagi para petugas untuk meningkatkan profesionalisme saat menjalankan tugas di lapangan. ‎ ‎“Jadikan pelatihan ini sebagai bekal untuk meningkatkan profesionalisme dalam melayani masyarakat. Teruslah belajar dan berlatih, karena tantangan di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu,” pesannya. ‎ ‎Tugas Berisiko Tinggi, Kemampuan Teknis Harus Terus Diasah ‎ ‎Markarius menegaskan, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan memiliki tanggung jawab besar dengan risiko pekerjaan yang tinggi. Mereka tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga dapat terlibat dalam penanganan kecelakaan dan proses evakuasi korban. ‎ ‎Karena itu, kemampuan fisik saja tidak cukup. Petugas juga perlu menguasai keterampilan teknis, memiliki ketahanan mental, menjaga kedisiplinan, serta mampu bekerja sama secara solid dalam tim. ‎ ‎“Maka karena itu pelatihan ini sangat penting, mengingat kemampuan fisik harus didukung keterampilan teknis, ketahanan mental, kedisiplinan, serta kerja sama tim,” jelasnya. ‎ ‎Ia juga mengingatkan seluruh personel agar selalu mematuhi standar operasional prosedur (SOP), menjaga kebugaran, dan mengutamakan keselamatan diri maupun rekan satu tim dalam setiap operasi penyelamatan. ‎ ‎Menurutnya, kesiapan personel merupakan salah satu faktor penting agar setiap tindakan pertolongan dapat dilaksanakan secara terukur dan sesuai prosedur. ‎ ‎Pemko Dorong Petugas Profesional dan Humanis ‎ ‎Pemko Pekanbaru, lanjut Markarius, mendukung kegiatan pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi aparatur, khususnya personel yang bertugas memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. ‎ ‎“Kami sangat mendukung penuh semua kegiatan pelatihan, tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM di setiap aparatur agar mampu memberikan perlindungan dan pelayanan yang cepat, tepat, profesional, serta humanis bagi masyarakat,” ungkap Markarius. ‎ ‎Ia berharap pelatihan bersama SAR Pekanbaru tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi bentuk kolaborasi yang dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan dan tantangan di lapangan. ‎ ‎Markarius juga meminta para peserta menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, kemampuan personel dapat terus berkembang seiring meningkatnya tantangan dalam penanganan keadaan darurat. ‎ ‎“Kami meminta peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam tugas sehari-hari, sekaligus menjadikan pelatihan ini sebagai motivasi untuk bekerja lebih disiplin, bertanggung jawab, dan tulus dalam mengabdi,” tutupnya. ‎ ‎Dihadiri Jajaran SAR dan DPKP Pekanbaru ‎ ‎Penutupan pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, S.Sos., M.M., beserta jajaran, serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru, Zarman Candra, S.STP., M.Si., bersama jajaran dan tamu undangan lainnya. ‎ ‎Melalui pelatihan ini, diharapkan 30 petugas yang mengikuti kegiatan semakin siap menghadapi berbagai situasi darurat, mampu bekerja sesuai prosedur, serta memberikan pertolongan secara cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan masyarakat Kota Pekanbaru. ‎