Breaking News

Home / Update Terbaru

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pasca-OTT KPK Jangan Suka Mengambil Kepentingan, Akun Anonim di TikTok Sebar Disinformasi dan Adu Domba Tokoh Kuansing

VeranNews.com…Kuantan Singingi,- Ruang digital Kuantan Singingi memanas pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Sejumlah akun anonim terindikasi menyebarkan narasi provokatif dan informasi palsu.

Fenomena itu mencuat setelah KPK menetapkan mantan Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Zulkarnain, dan Ardiles sebagai tersangka dugaan korupsi jual beli jabatan.

Berdasarkan pemantauan jejak digital, penyebaran narasi liar dilakukan masif melalui platform TikTok.

Beberapa akun yang teridentifikasi aktif memproduksi konten tersebut antara lain @Teropongpost, @etalasenews, dan @radarindomedia.

Akun-akun tersebut dinilai memiliki rekam jejak sering melakukan penyerangan digital terhadap badan publik maupun pejabat pemerintahan.

Fokus utama kampanye hitam kali ini adalah memelintir pernyataan Wakil Bupati Kuansing, Muklisin.

Akun-akun itu menyebarkan klaim bahwa Muklisin tengah “menunggu perintah” dari Reki Fitro selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kuansing.

Secara struktur politik, narasi tersebut dinilai tidak logis. Muklisin merupakan kader Partai Demokrat, sementara Reki Fitro dari Gerindra. Keduanya tidak dalam satu garis instruksi partai.

Baca Juga:  Kembali terlihat melalui aksi Dugaan Penyalah gunaan Solar Subsidi di SPBU 14.2826115. sembilan Rumbai!!..

Sejak OTT KPK, Muklisin belum menampakkan diri dan belum memberi respons ke awak media. Kerabatnya menyebut ia butuh waktu menenangkan diri.

Serangan disinformasi juga menyasar Asisten I Setda Kuansing, dr. Fahdiansyah alias Ukup. Akun buzzer mengklaim ada pernyataan kontroversial darinya terkait OTT.

Saat dikonfirmasi, dr. Fahdiansyah membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan tidak pernah berbicara soal substansi perkara.

“Saya hanya memberi kabar kepada awak media setelah diperbolehkan pulang. Saya tidak berbicara ke media lain, apalagi soal substansi perkara,” ujar Ukup, Kamis (2/7/2026).

Penelusuran fakta menunjukkan seluruh kutipan yang disebar akun buzzer merupakan fabrikasi sepihak yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sejumlah warga Kuansing menyayangkan kemunculan buzzer yang dinilai mencari keuntungan di tengah kondisi daerah yang sensitif pasca-OTT.

Masyarakat mendesak media massa dan jurnalis bekerja profesional sesuai Kode Etik Jurnalistik agar menjadi benteng pelurus disinformasi dan menjaga kondusivitas daerah.(Sugianto)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Lapas Bengkalis Gelar Senam Pagi, 387 WBP Antusias Jaga Kesehatan Fisik dan Mental  

Update Terbaru

Peserta dan Pengunjung Membludak, Go Sprint Go Green Seri III Diserbu Generasi Muda

Update Terbaru

Turnamen Eksibisi Biliar Wartawan Pekanbaru-Riau 2026 Berlangsung Meriah, Final Dumai Warnai Perebutan Gelar Juara

Update Terbaru

PBH PERADI Pekanbaru Resmi Dilantik, Salah Satu Diantaranya Bidang Hukum dan Advokasi DPW PWMOI Riau

Update Terbaru

Kapolres Rohil Dan Personel Polres Rohil Bersama Berimob Gelar Sholat Jumat Dan Khutbah Di 3 Masjid Sebagai Cooling System Pasca Unras Di Panipahan

Update Terbaru

FDSB Desak Kapolda Sumbar dan Pemda Usut Tuntas PETI, Nof Hendra: Jangan Ada Pembiaran

Update Terbaru

‎Dinkes Pekanbaru Catat 706 Warga Terpapar ISPA Selama Kabut Asap

Update Terbaru

Pelaku Rayap Besi, Diciduk Polres Binjai*