Breaking News

Home / Update Terbaru

Senin, 20 April 2026 - 05:15 WIB

Aula SMAN 4 Pekanbaru Bergemuruh, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Keselamatan Lalu Lintas dan Green Policing Sejak Dini

Verannewes com –Pekanbaru – Suasana Mushalla SMAN 4 Pekanbaru, yang berlokasi di Jalan Adi Sucipto No. 64 (Komplek AURI), tampak berbeda pada Senin pagi (20/04/2026). Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa dan puluhan guru memadati lokasi kegiatan dalam rangka program Police Goes To School yang dipadukan dengan kampanye Green Policing oleh Ditlantas Polda Riau. Antusiasme peserta membuat aula bergemuruh, mencerminkan tingginya semangat generasi muda dalam menyambut edukasi keselamatan berlalu lintas.

 

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, S.Pd., M.M., bersama tim Subdit Kamsel. Turut hadir dalam kegiatan tersebut personel Ditlantas lainnya, di antaranya AKP Dedi Siswanto, IPTU Riza Elfiera, Aipda Sartika FES, Brigadir Annisa Elfitri, Brigadir Annisa Widya Wiratami, serta ASN R. Pardosi.

 

Sebanyak 71 guru dan 1.064 siswa/i SMAN 4 Pekanbaru mengikuti kegiatan ini dengan penuh perhatian. Dalam penyampaiannya, AKBP Dasril menekankan pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, dengan mengacu pada data anatomi kecelakaan lalu lintas tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa kecelakaan bukan hanya angka statistik, tetapi peristiwa nyata yang berdampak besar terhadap keselamatan jiwa.

 

“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban. Generasi muda memiliki peran penting sebagai pelopor keselamatan di jalan raya,” tegasnya di hadapan para peserta.

 

Sorak sorai pun pecah dan memenuhi ruangan saat sesi tanya jawab berlangsung bersama Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril. Para siswa tampak antusias mengangkat tangan, berlomba menjawab pertanyaan seputar keselamatan berlalu lintas yang disampaikan, menciptakan suasana interaktif dan penuh semangat.

 

Dalam keterangannya, AKBP Dasril juga menyampaikan bahwa kegiatan Police Goes To School yang dipadukan dengan Green Policing merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran sejak usia dini.

 

“Kami ingin menanamkan mindset kepada para pelajar bahwa keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap para siswa tidak hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 4 Pekanbaru, H. Sahid Suwarno, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan Police Goes To School yang memberikan manfaat besar bagi para guru dan siswa.

Baca Juga:  Pernyataan DPP Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Hari Pers Nasional.

 

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran Ditlantas Polda Riau memberikan pemahaman yang sangat penting bagi siswa kami terkait tertib berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu dalam membentuk karakter disiplin dan kesadaran sosial generasi muda,” ujarnya.

 

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, juga menegaskan bahwa program Police Goes To School merupakan salah satu program prioritas Polri dalam membangun karakter generasi muda.

 

“Program Police Goes To School adalah bagian dari upaya prioritas Polri dalam membentuk karakter generasi muda agar memahami dan mematuhi tata tertib berlalu lintas sejak dini. Sejalan dengan itu, program Green Policing juga kami dorong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, sehingga generasi muda tidak hanya tertib di jalan, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

 

Untuk meningkatkan interaksi, kegiatan juga diisi dengan sesi kuis seputar keselamatan berlalu lintas. Suasana semakin hidup ketika para siswa berlomba menjawab pertanyaan, dengan hadiah menarik berupa helm SNI, tumbler, dan buku panduan keselamatan lalu lintas yang telah disiapkan panitia.

 

Tidak hanya fokus pada keselamatan di jalan, Ditlantas Polda Riau juga mengintegrasikan program Green Policing sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bibit pohon berbuah kepada pihak sekolah sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

 

Melalui kegiatan ini, sejumlah hasil positif berhasil dicapai, di antaranya tersampaikannya edukasi program Green Policing sebagai inisiatif Kapolda Riau dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan, meningkatnya pemahaman guru dan siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas, serta tumbuhnya komitmen bersama untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan edukatif yang humanis mampu membangun kesadaran kolektif sejak dini. Dengan semangat kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan, diharapkan tercipta generasi muda yang tidak hanya tertib berlalu lintas, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar

.( Red Vera wati adiwinoto )

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

PT PCS Tidak Jauh Dari Pemungkiman Warga dan Sekolah, Izin Amdalnya Bisa Keluar, Apakah Ada Suap dan Kolusi..?

Update Terbaru

Pemko Medan Cek Langsung Stok BBM, Pertamina Pastikan Pasokan Aman.

Update Terbaru

Kata Plt DLH Kuansing: Jangan Bilang Kami Tidak Bertanggung Jawab dan Sebut Wartawn Menyerang Pribadi Kuantan Singingi,- Terkait sebuah pemberitaan wartawan yang terbit di Media Siber, yaitu di beberapa titik sampah menumpuk di tengah-tengah kota Teluk Kuantan yang tidak diatasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing (Kuansing) di eranya Delis Martoni, hal ini memang menjadi masalah serius, paga Kamis malam 26 Maret 2026. Terkait hal ini, awak media mendapatkan balasan konfirmasi melalui via WhatsApp dari Plt Dinas Lingkungan Hidup, Delis Martoni, Jumat Pagi (27/03/2026). “Hari selasa tanggal 24 maret, kami DLH gotong royong bersihkan sampah di topan dengan 6 (enam) Dumptruck (Dantruk). Jadi jangan bilang kami tdk bertanggung jawab,” ucap Delis Martoni. “Untuk kegiatan ini kami sampai lembur, menyediakan makan siang dan tambahan minyak operasional untuk setiap armada. Jangan suka-suka bapak saja buat berita, bapak suko (suka) kali menyerang pribadi orang,” ucap lagi Delis Martoni Plt DLH Kuansing. Lanjutnya Delis Martoni, sampai malam anggota mengangkat sampah liar di topan, bapak buatlah beritanya. “Sempai malam anggota mengangkat sampah liar rumbio atau tobek panjang,” ujar Delis dengan mengirimkan foto dokumentasi yang tidak ada tanggalnya. Wartawan, netizen net dan masyarakat tidak pernah menyerang pribadi seseorang, hanya mempertanyakan kebijakan dan tanggung jawab Dinas lingkungan Hidup, begitu juga dengan peran aktifnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Menyoroti Poin-poin tugas penting dan tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup Kuansing diantaranya: 1.Mengelola Sampah: Mengatur sistem pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. 2.Mengawasi Kualitas Lingkungan: Memantau dan mengontrol polusi udara, air, dan tanah. 3.Melestarikan Keanekaragaman Hayati: Melindungi dan melestarikan flora dan fauna yang terancam punah. 4.Meningkatkan Kesadaran Lingkungan: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. 5.Mengatur Isertifikat Lingkungan: Mengatur dan mengawasi pemberian izin lingkungan untuk kegiatan yang berpotensi berdampak pada lingkungan. Dengan demikian, DLH Kuansing berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebelumnya, awak media sempat menerbitkan sebuah pemberitaan di Media Siber dengan judul pemberitaan “Tumpukan Sampah Ditengah Kota: Kepala DLH Diduga Terkesan Tutup Mata dan Tidak Ada Tanggung Jawab”. Berdasarkan aturan, DLH memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah secara efektif dan ramah lingkungan, bukan terkesan elergi dengan tutup mata dan dugaan mengharapkan anggaran. Masalah sampah di tengah Kota yang menumpuk tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. DLH Kabupaten Kuansing seharusnya memiliki strategi untuk mengatasi masalah ini, namun sepertinya belum berjalan efektif. Kebijakan pemerintah dipertanyakan, karena Pemerintah Kabupaten Kuansing sebelumnya telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengatasi masalah sampah, termasuk pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional. Fokusnya adalah pada infrastruktur dan penerapan kebijakan berbasis teknologi. Ditahun 2025, Dinas lingkungan Hidup Kuansing pernah mengadakan acara edukasi lingkungan hidup, sebagai mana dalam upaya mengatasi permasalahan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Hal ini, melibatkan tim nasyarakat LPPM Universitas Riau tahun 2025 yang sudah menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi Tahun silam, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting masyarakat, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing, para Kepala Sekolah SD dan SMP di Kecamatan Kuantan Tengah, Pengurus Bumdes Koto Taluk, ibu-ibu PKK, dan Komunitas Peduli Kuansing (KPK). Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) serta pengembangan kawasan edukasi berbasis lingkungan di ECOEDUPARK Hutan Kota Pulau Bungin, Teluk Kuantan. Namun, DLH Kuansing di era tahun 2026, kegiatan ini tidak bisa di pertahankan, dugaan alasan karena keterbatasan anggaran. Diwaktu terpisah, awak media sudah konfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing Delis Martoni melalui via WhatsApp dengan mengirim sebuah foto tumpukan sampah. Namun, konfirmasi awak media tidak dibalas. Harapan Anggota Kelembagaan Pers, DLH Kabupaten Kuansing harus memiliki kebijakan yang jelas dan efektif untuk mengatasi masalah sampah. Mereka juga harus transparan dalam mengelola sampah dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Langkah Selanjutnya, Pemerintah dan DLH Kabupaten Kuansing harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah sampah di tengah kota. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung upaya pengelolaan sampah yang efektif. Dikutip dari informasi Sketariat Kabinet Republik Indonesia, bahwasanya Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025, guna membahas solusi komprehensif dalam penanganan dan pengelolaan sampah secara nasional. Dalam keterangannya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa permasalahan sampah yang masih dihadapi di berbagai wilayah ini menjadi perhatian dan prioritas dari Presiden. “Tentu kita tahu bahwa sampai dengan hari ini kita masih menghadapi berbagai permasalahan sampah di berbagai kota, kabupaten seluruh Indonesia. Masyarakat kita juga banyak sekali yang sudah mengeluhkan permasalahan ini dan tentu kita tidak boleh diam,” ucapnya. Menurut AHY, rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan sampah yang makin kompleks. Pembangunan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan sampah menjadi hal yang penting, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah sejak dini di sekolah. “Tentunya kita harus menghadirkan kesadaran dan kepedulian secara nasional. Pertama itu yang harus dibangun. Oleh karenanya pendidikan, sosialisasi termasuk di sekolah-sekolah kita dari mulai kecil sampai dengan dewasa harus ditanamkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah itu sendiri,” lanjutnya. Selain membangun kesadaran masyarakat, pemerintah juga akan fokus pada penerapan teknologi dan penguatan infrastruktur dalam menangani sampah dari hulu hingga hilir. AHY menyoroti kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah yang sudah penuh serta dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. “Disinilah harus hadir beberapa terobosan termasuk penggunaan teknologi dan infrastruktur yang fokus pada penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Dari mulai sumbernya rumah tangga, industri, sentra-sentra komersial dan semua yang memproduksi sampah,” jelas AHY. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, AHY berharap pengelolaan sampah dapat ditangani dengan baik mulai dari tempat pembuangan sampah terpadu (TSPT) hingga tempat pemrosesan akhir (TPA). “Sampah diharapkan bisa dihancurkan kemudian juga sebagian bisa ditimbun, tetapi selebihnya benar-benar kita fokus pada recycle, dikembalikan kepada produser untuk bisa diproduksi komunitas tertentu, tapi juga pembakaran tadi bisa kemudian diubah menjadi listrik,” lanjutnya. Sebagai langkah konkret, AHY mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional yang akan berfokus pada infrastruktur serta penerapan kebijakan berbasis teknologi. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan ini secara terintegrasi. “Kita ingin menghadirkan kebijakan yang komprehensif terintegrasi. Yang menjadi ujung tombak sebetulnya pada pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat akan hadir dengan kebijakan dan bersama-sama,” ungkap AHY. Sebagai bagian dari upaya nasional, AHY menyebut bahwa pemerintah juga akan menghadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan. “Sekali lagi bukan hanya infrastrukturnya, bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat ini bisa terus kita bangun bersama-sama,” tandasnya.(Sugianto)

Update Terbaru

Bermula Pemberitaan Wartawan Aktivitas PETI Tanah Bekali, Polsek Pangean Lansung Turun Lakukan Penertiban dan Musnahkan

Update Terbaru

Tingkatkan Keimanan, WBP Lapas Ikuti Kegiatan Mengaji di Masjid At-Taubah

Update Terbaru

Pemkab Kuansing Dinilai Mandul Tertibkan Perusahaan Nakal, Warga & Publik Desak Kejagung RI Turun ke Riau

Update Terbaru

Semarak HBP ke-62, Lapas Narkotika Rumbai Tampil Aktif di Bazar UMKM UPT se-Riau

Update Terbaru

Khidmat dan Sederhana, PWI Riau Gelar HPN 2026 dengan Nuansa Silaturahmi dan Refleksi ‎