Breaking News

Home / Update Terbaru

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:09 WIB

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila

VeranNews.com…Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
‎
‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya.
‎
‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat.
‎
‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM.
‎
‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular.
‎
‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM.
‎
‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni.
‎
‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.
‎
‎Bukan Sekadar Skrining
‎
‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan.
‎
‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya.
‎
‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.
‎
‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin.
‎
‎Hadirkan Konsep “One Stop Service”
‎
‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”.
‎
‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya.
‎
‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin.
‎
‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
‎
‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini.
‎
‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan.

Baca Juga:  Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli, Eddy Juanedi, Memberikan Pembekalan dan Penguatan Kepada Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan*

Penulis Rafizis

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Lapas Pekanbaru Resmi Buka Porsenap 2026, Ajang Sportivitas dan Kreativitas Warga Binaan

Update Terbaru

*Rutan Kelas I Labuhan Deli Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional*

Update Terbaru

Panen Kangkung Wujudkan Ketahanan Pangan di Lapas Narkotika Rumbai

Update Terbaru

Sinergi Hijau di Simpang Kanan: Polsek Tanam Jagung di Lahan 1 Hektar Demi Ketahanan Pangan Nasional

Update Terbaru

Rakor PAD di Kuantan Singingi: Bupati Minta OPD Inovatif dan Kolaboratif

Update Terbaru

Perkuat Deteksi Dini, Rutan Pekanbaru Gelar Razia Gabungan Bersama Kanwil Ditjenpas Riau dan APH

Update Terbaru

Kapolsek Benai Pimpin Penertiban PETI Stingkai di Desa Talontam, Situasi Kondusif

Update Terbaru

Kapolres Kampar Pimpin Upacara Pemakaman AIPTU Apendra, Sang Banit Reskrim yang Berdedikasi