Breaking News

Home / Update Terbaru

Sabtu, 4 April 2026 - 09:33 WIB

LAMR Pekanbaru Dukung Penuh Kembalinya LMR Berkiprah di Bumi Bertuah Kota Pekanbaru

PEKANBARU – veranNews.com..Panglima Utama Harian Dewan Pimpinan Pusat Laskar Melayu Riau (PANGTAMA DPP LMR) Pekanbaru Datuk Nurmatias Yusuf gelar kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua DPH Lembaga Adar Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru Datuk Seri Muspidauan. Jumat (2/4/2025) lalu di Pekanbaru.

PANGTAMA DPP LMR, Datuk Nurmatias Yusuf yang juga didampingi istri serta Komandan Satgassus DPP LMR Datuk Wahyu dan WALPRI Tn Maulana tersebut, Selain mendapat sambutan hangat juga mendapat apresiasi dari Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru. Khusus terkait kehadiran dan kembalinya LMR berkiprah di Bumi Bertuah Kota Pekanbaru.

Hal itu disampaikan, Datuk Nurmatias usai kegiatan silaturahmi. Menurutnya, jika saat ini LMR kota Pekanbaru kembali membuat program serta langkah-langkah untuk mendukung kemajuan masyarakat serta kota Pekanbaru ke depan.

Terutama mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang bersentuhan dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat maupun daerah.

“Alhamdulillah, kita mendapat sambutan baik dan kita banyak bahas hal penting untuk LMR kedepan.

Kita juga sudah siapkan berbagai program dan kita akan tunjukan kembali Laskar Melayu ini merupakan organisasi masyarakat Melayu yang bertuah di negeri kita ini,” katanya.

Baca Juga:  Penyegaran Organisasi: Mochamad Mukaffi Resmi Jabat Kalapas Binjai*

Untuk DPP LMR ini katanya, kepengurusannya juga dilengkapi dengan sosok-sosok yang berpengalaman dalam berbagai bidang. Sehingga untuk pengawasan dan kinerja dan menjalankan program ke depan akan lebih maksimal.

“Maka itu, kita juga menegaskan Laskar Melayu Riau ini kembali bangkit, bermarwah dan bermartabat,” tegasnya.

Datuk Nurmartias juga mengucapkan ribuan terimakasih dan salam hormat kepada Ketua DPH LAMR Kota Pekanbaru Datuk Seri Muspidaun, atas dukungan penuh dan suport terhadap kembalinya LMR Pekanbaru.

“Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan dan terus meberikan tunjuk ajar untuk kemajuan LMR kedepan,” tuturnya.

Sementara itu, Datuk Seri Muspidaun menilai kehadiran kembali LMR di Pekanbaru diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat serta menjaga nilai-nilai adat Melayu.

“Kita dukung penuh LMR kembali berkiprah di Bumi Bertuah Kota Pekanbaru. Semoga sukses dan mampu menjalankan program terbaik untuk masyarakat dan daerah,” pungkasnya.

(Rafizis)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Dugaan Penyelewengan Dana BOS: Mantan Kepala Sekolah Akui Lakukan ‘Mark Up’ Jumlah Siswa, Upaya Penyuapan untuk Hapus Berita Ditolak Tegas

Update Terbaru

Satu Komando! Dankoti Eri Bukit Pimpin Rapat Koordinasi Strategis Koti Mahatidana PP Pekanbaru

Update Terbaru

Kapolsek Singingi Pengecekan tanaman Bergizi cabe rawit dan pisang milik Bpk.samsul dalam rangka Mendukung Program ASTA CITA Presiden Republik Indonesia.

Update Terbaru

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila

Update Terbaru

Bebas Narkoba! BNNK Tes Urine Petugas dan WBP Negatif, Lapas Bengkalis Gandeng Polri-TNI Sidak Kamar

Update Terbaru

Penuh Khidmat, 25 Warga Binaan Thionghoa di Lapas Bengkalis Rayakan Tahun Baru Imlek 2026

Update Terbaru

Rem Blong Truk Fuso Hantam Angkot di Rumbai, Sopir Truk Dilarikan ke RSUD Arifin Achmad

Update Terbaru

Polda Sumut Tambah 10 Orang Diamankan, Total 17 Terkait Tambang Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina