Breaking News

Home / Update Terbaru

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:42 WIB

Sejarah Terukir di Tesso Nilo: Polda Riau Libas 15 Pemburu Gading Gajah dalam Waktu Singkat!

PEKANBARU verannews.com Sebuah babak baru dalam perlindungan satwa liar di Indonesia resmi tertulis. Langkah cepat jajaran Polda Riau dalam meringkus sindikat pemburu gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menuai decak kagum. Tak tanggung-tanggung, 15 tersangka berhasil diamankan, memicu gelombang apresiasi dari para pejuang lingkungan.

Kecepatan yang Tak Biasa
Aktivis satwa, Rahel Yosi, menyebut keberhasilan di bawah komando Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan ini sebagai “Sejarah Baru”. Menurutnya, selama ini kasus perburuan gajah sering kali menemui jalan buntu atau memakan waktu lama untuk terungkap. Namun kali ini, kepolisian bergerak dengan presisi dan kecepatan luar biasa.

“Ini pertama kali dalam sejarah Polda Riau, kasus pembunuhan gajah untuk diambil gadingnya diungkap dengan waktu yang luar biasa cepat. Ini suntikan semangat bagi kami semua,” ujar Rahel dengan nada optimis, Kamis (5/3/2026).

Kolaborasi Lintas Lini
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Koordinasi solid antara kepolisian, TNI, dan aktivis lingkungan menjadi kunci utama. Rahel juga menyoroti peran strategis Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang dinilai konsisten memastikan negara hadir dalam melindungi kekayaan hayati Indonesia.

Baca Juga:  Luar Biasa!!! duo pelajar putri dari SMAN 5 Pekanbaru mengukir prestasi " Ajang Beladiri Sumatra Open

Tersangka Diamankan: 15 orang.
Status DPO: 3 orang (masih dalam pengejaran intensif).
Lokasi Kejadian: Kec. Ukui, Kabupaten Pelalawan (Kawasan TNTN).

Gajah Sumatera kini berada di ambang kepunahan. Aksi tegas Polda Riau ini mengirimkan pesan kuat kepada para mafia satwa: Hutan Riau bukan lagi “ladang uang” yang aman bagi para kriminal.

Rahel menegaskan bahwa keterbukaan Irjen Pol Herry Heryawan terhadap masukan aktivis memberikan harapan baru. “Hutan Riau dan satwa di dalamnya adalah warisan yang harus kita bela tanpa kompromi,” pungkasnya.

Langkah berani ini diharapkan menjadi standar baru (benchmark) bagi Kepolisian di daerah lain dalam menangani kasus serupa. Dengan 15 orang di balik jeruji besi, rantai perdagangan gading ilegal di Sumatera kini mendapat pukulan telak.

(Sawaluddin)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

*IPTU Erwan Maconda Resmi Jabat Kasat Lantas Polres Dumai, Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik*

Update Terbaru

Polres Dumai Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba Melalui Sholat Subuh Berjamaah di Kampung BERSINAR*

Update Terbaru

Perkuat Iman dan Pengharapan, WBP Kristen Lapas Ikuti Ibadah di Gereja Lapas

Update Terbaru

Hangat di Kediaman Ketua DPRD Binjai, Kapolres Binjai Hadiri Halal Bihalal Bersama Forkopimda Penuh Kekompakan dan Syukur*

Update Terbaru

Polantas Sapa Warga di Car Free Day, Ditlantas Polda Riau Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas*

Update Terbaru

Korlantas Polri Apresiasi Pembinaan Polisi Cilik di Riau, Lahirkan Generasi Pelopor Keselamatan

Update Terbaru

*Tanpa Kemacetan dan Laka Menonjol, Polres Kuansing Sukses Amankan Arus Lebaran 2026*

Update Terbaru

Kapolres Rokan Hilir dan Ketua Bhayangkari Cabang Rokan Hilir peduli Kaum Dhuafa, Salurkan 30 paket Sembako Di Bulan Ramadhan 1447 H