Breaking News

Home / Update Terbaru

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:34 WIB

Kritikan: Apakah Kepala DLH Kuansing Tidak Respon Terhadap Tumpukan Sampah…?

Kuantan Singingi,-veranNews.com Dibeberapa titik sampah menumpuk di tengah-tengah kota Teluk Kuantan yang tidak diatasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuansing (Kuansing) di eranya Delis Martoni, hal ini memang menjadi masalah serius, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan aturan, DLH memiliki tanggung jawab untuk mengelola sampah secara efektif dan ramah lingkungan, bukan terkesan elergi dengan tutup mata dan dugaan mengharapkan anggaran.

Masalah sampah di tengah Kota yang menumpuk tidak hanya mengganggu estetika, tapi juga berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. DLH Kabupaten Kuansing seharusnya memiliki strategi untuk mengatasi masalah ini, namun sepertinya belum berjalan efektif.

Kebijakan pemerintah dipertanyakan, karena Pemerintah Kabupaten Kuansing sebelumnya telah menyiapkan strategi komprehensif untuk mengatasi masalah sampah, termasuk pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional. Fokusnya adalah pada infrastruktur dan penerapan kebijakan berbasis teknologi.

Ditahun 2025, Dinas lingkungan Hidup Kuansing pernah mengadakan acara edukasi lingkungan hidup, sebagai mana dalam upaya mengatasi permasalahan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Hal ini, melibatkan tim nasyarakat LPPM Universitas Riau tahun 2025 yang sudah menggelar kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuantan Singingi

Tahun silam, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting masyarakat, seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing, para Kepala Sekolah SD dan SMP di Kecamatan Kuantan Tengah, Pengurus Bumdes Koto Taluk, ibu-ibu PKK, dan Komunitas Peduli Kuansing (KPK).

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan fungsi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) serta pengembangan kawasan edukasi berbasis lingkungan di ECOEDUPARK Hutan Kota Pulau Bungin, Teluk Kuantan.

Namun, DLH Kuansing di era tahun 2026, kegiatan ini tidak bisa di pertahankan, dugaan alasan karena keterbatasan anggaran.

Diwaktu terpisah, awak media sudah konfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kuansing Delis Martoni melalui via WhatsApp dengan mengirim sebuah foto tumpukan sampah. Namun, konfirmasi awak media tidak dibalas.

Harapan Anggota Kelembagaan Pers, DLH Kabupaten Kuansing harus memiliki kebijakan yang jelas dan efektif untuk mengatasi masalah sampah. Mereka juga harus transparan dalam mengelola sampah dan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

Langkah Selanjutnya, Pemerintah dan DLH Kabupaten Kuansing harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah sampah di tengah kota. Masyarakat juga harus berperan aktif dalam mendukung upaya pengelolaan sampah yang efektif.

Dikutip dari informasi Sketariat Kabinet Republik Indonesia, bahwasanya Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025, guna membahas solusi komprehensif dalam penanganan dan pengelolaan sampah secara nasional.

Dalam keterangannya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa permasalahan sampah yang masih dihadapi di berbagai wilayah ini menjadi perhatian dan prioritas dari Presiden.

Baca Juga:  Satresnarkoba Polres Binjai Kembali Grebek Dan Hancurkan Barak Narkoba Di Desa Perdamaian*

“Tentu kita tahu bahwa sampai dengan hari ini kita masih menghadapi berbagai permasalahan sampah di berbagai kota, kabupaten seluruh Indonesia. Masyarakat kita juga banyak sekali yang sudah mengeluhkan permasalahan ini dan tentu kita tidak boleh diam,” ucapnya.

Menurut AHY, rapat ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menangani permasalahan sampah yang makin kompleks. Pembangunan kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam menangani persoalan sampah menjadi hal yang penting, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah sejak dini di sekolah.

“Tentunya kita harus menghadirkan kesadaran dan kepedulian secara nasional. Pertama itu yang harus dibangun. Oleh karenanya pendidikan, sosialisasi termasuk di sekolah-sekolah kita dari mulai kecil sampai dengan dewasa harus ditanamkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah itu sendiri,” lanjutnya.

Selain membangun kesadaran masyarakat, pemerintah juga akan fokus pada penerapan teknologi dan penguatan infrastruktur dalam menangani sampah dari hulu hingga hilir. AHY menyoroti kondisi sejumlah tempat pembuangan sampah yang sudah penuh serta dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Disinilah harus hadir beberapa terobosan termasuk penggunaan teknologi dan infrastruktur yang fokus pada penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Dari mulai sumbernya rumah tangga, industri, sentra-sentra komersial dan semua yang memproduksi sampah,” jelas AHY.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, AHY berharap pengelolaan sampah dapat ditangani dengan baik mulai dari tempat pembuangan sampah terpadu (TSPT) hingga tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Sampah diharapkan bisa dihancurkan kemudian juga sebagian bisa ditimbun, tetapi selebihnya benar-benar kita fokus pada recycle, dikembalikan kepada produser untuk bisa diproduksi komunitas tertentu, tapi juga pembakaran tadi bisa kemudian diubah menjadi listrik,” lanjutnya.

Sebagai langkah konkret, AHY mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan pembentukan satuan tugas percepatan pengelolaan sampah nasional yang akan berfokus pada infrastruktur serta penerapan kebijakan berbasis teknologi. Dalam hal ini, pemerintah pusat akan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan ini secara terintegrasi.

“Kita ingin menghadirkan kebijakan yang komprehensif terintegrasi. Yang menjadi ujung tombak sebetulnya pada pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat akan hadir dengan kebijakan dan bersama-sama,” ungkap AHY.

Sebagai bagian dari upaya nasional, AHY menyebut bahwa pemerintah juga akan menghadirkan gerakan nasional Indonesia bersih dari sampah. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara berkelanjutan.

“Sekali lagi bukan hanya infrastrukturnya, bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana kesadaran masyarakat ini bisa terus kita bangun bersama-sama,” tandasnya.

Ssugianto

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Pernyataan DPP Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) di Hari Pers Nasional.

Update Terbaru

Perkuat Layanan Kesehatan Mental Warga Binaan, Nakes Lapas Pekanbaru Ikuti Sosialisasi Standar Kesehatan Jiwa dan Pelatihan BJMHS

Update Terbaru

Patroli KRYD Dini Hari, Polres Pelabuhan Belawan Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Update Terbaru

*KPPU Kanwil I Ikut Sidak Serentak di 4 Pasar Tradisional Medan*

Update Terbaru

Polres Rokan Hilir Berbagi Takjil di Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M

Update Terbaru

Antisipasi Bencana, Polres Langkat Cek Kesiapan Sarpras Penanganan Bencana Alam*

Update Terbaru

Kunjungi Rutan Dumai, Kakanwil Ditjenpas Riau Berikan Penguatan Tupoksi Petugas Pemasyarakatan

Update Terbaru

Polantas Menyapa : Hingga Hari ini 3.360 Paket Bansos dan 24 Titik Air Bersih Disalurkan Polda Riau