Breaking News

Home / Update Terbaru

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:41 WIB

Hangat dan Khidmat, Pimpinan Media SorotHukum.com & Verannews.com “Jamu Anak Yatim Berbuka Puasa Bersama Berbagi Sembako dan amplop.

PEKANBARU,VeranNews.com_–Momen suci Ramadhan 1447 H menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan bagi keluarga besar media SorotHukum.com dan Verannews.com. Pada Sabtu (7/3/2026), kediaman pribadi pimpinan kedua media tersebut di Jalan Melati, Pekanbaru, tampak ramai dan dipenuhi rona bahagia.

Acara buka puasa bersama ini diinisiasi langsung oleh Andi Putra dan Verawati, selaku pimpinan Media SorotHukum.com dan Verannews.com. Tidak hanya sekadar berkumpul, acara ini didedikasikan khusus untuk menghadirkan keceriaan bagi 30 puluhan orang anak yatim, kaum dhuafa . yang diundang hadir ke kediaman mereka.

Suasana akrab sangat terasa sejak sore hari. Selain dihadiri oleh jajaran khusus anggota redaksi dari kedua media, tampak hadir pula penasihat hukum senior, Sugianto, SH., M.H , yang ikut Bersama calon jaksa muda terus calon hakim muda menghadiri acara berbuka puasa bareng’ memberikan dukungan atas terselenggaranya kegiatan sosial ini seperti sembako untuk anak anak – yatim piatu sekitar 30 bungkus plastik hitam serta kaum dhuafa amplop.

Insyaallah tahun depan dan muda umur panjang ada rezeki marilah kita berbagi rezeki kepada anak- yatim piatu , dhuafa bulan penuh ampunan berkah agar untuk semua jajaran semua nya anggota media Sorot hukum com, media veraannwescom harus ikut iuran bersama.

Baca Juga:  ‎Gebyar Lomba Kemerdekaan Warnai HUT RI ke-81, Rekan Media dan Srikandi PP Pekanbaru Pererat Silaturahmi

“Ramadhan adalah bulan berbagi. Kami ingin rekan-rekan media tidak hanya fokus pada pemberitaan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan rasa syukur melalui kompak dan silaturahmi bersama anak-anak yatim serta warga sekitar,” ujar Andi Putra , di sela-sela acara.

Dukungan Warga Setempat
Kehangatan acara semakin lengkap dengan kehadiran tokoh masyarakat dan warga di lingkungan Jalan Melati nomor 61 , Sukajadi depan’ RSI ibnusina kota Pekanbaru Dukungan warga setempat menunjukkan harmonisnya hubungan antara insan pers dengan masyarakat sekitar.

Gelak tawa anak-anak yatim saat menerima santunan dan bingkisan menambah suasana gembira sebelum adzan maghrib berkumandang.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan bagi seluruh kepadamedia online Nasional dan masyarakat, dilanjutkan dengan makan bersama yang berlangsung penuh kekeluargaan Bersama selalu jaga kesehatan persaudaran kita dalam media Sorothukum.com & media verannews.com tetap kompak sebagai pemilik media sampaikan kepada semua anggota — anggotanya.

( Redaksi Andi putra )

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

PASTIKAN KEAMANAN DAN KETAHANAN PANGAN, KALAPAS BANGKINANG SAMBUT KUNJUNGAN PERDANA KAKANWIL DITJENPAS RIAU

Update Terbaru

Sijago Merah Mengamuk di Aspol Pekanbaru: Dua Rumah Dinas Perwira Menengah Hangus Terbakar habis’.

Update Terbaru

Kakanwil Dorong Lapas Terbuka Rumbai Siap Optimalkan Ketahanan Pangan

Update Terbaru

Update Terbaru

Hiasi Ramadan dengan Kepedulian, Kalapas Bengkalis Gelar Buka Bersama Dan Santuni Anak Yatim

Update Terbaru

Pipas Lapas Narkotika Rumbai Gelar Tausiyah Sambut Ramadhan 1447 H

Update Terbaru

*Satu Pengedar dan Dua Pengguna Narkoba Diciduk Polres Binjai*

Update Terbaru

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila