VeranNews.com…MANDAU, BENGKALIS – Kemacetan parah dan aksi premanisme terang-terangan melumpuhkan arus lalu lintas di kawasan Simpang Bangko, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis pada Jumat malam (7/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Malang bagi para pengguna jalan, tak ada satu pun aparat kepolisian lalu lintas yang berada di lokasi untuk mengurai kemacetan maupun mengamankan area.
Kondisi jalur yang rusak akibat pengecoran dan pembongkaran jalan yang belum rampung justru dimanfaatkan oleh sekelompok pemuda setempat untuk meraup keuntungan secara paksa.
Berkedok mengatur lalu lintas, mereka bertindak bak preman yang menguasai jalan nasional tersebut.
“Mereka buka-tutup jalan sesuka hati. Kalau dikasih uang baru dibukakan jalan, tapi kalau tidak dikasih, jalan ditutup. Cara mintanya memaksa sekali seperti preman, bau napasnya juga menyengat seperti habis minum miras atau tuak,” ungkap salah satu pengemudi yang terjebak macet saat diwawancarai tim awak media di lokasi.
Aksi pemerasan dan kesewenang-wenangan ini sangat meresahkan para sopir dan pengguna jalan yang melintas.
Keberadaan para pemuda dalam pengaruh alkohol yang mengendalikan arus lalu lintas tak hanya memicu kemacetan yang mengular panjang, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Masyarakat dan para pengguna jalan mendesak keras Kapolres Bengkalis dan jajaran Satlantas Polres Bengkalis untuk segera turun tangan ke lapangan:
Menertibkan dan Menindak Tegas: Menangkap oknum premanisme dan pungli berkedok “pengatur jalan” yang meresahkan dan mengintimidasi warga.
Hadirkan Personel Lantas:
Menempatkan petugas kepolisian di Simpang Bangko untuk mengatur arus lalu lintas yang macet akibat proyek perbaikan jalan.
Menjamin Keamanan Jalur:
Memastikan keselamatan pengguna jalan dari ancaman kejahatan jalanan dan pemerasan.
Masyarakat berharap pihak kepolisian segera merespons cepat laporan ini sebelum jatuhnya korban jiwa atau jatuhnya tindakan main hakim sendiri di jalan raya.
(M.sawal)






















