Breaking News

Home / Update Terbaru

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Warga Tapung Desak Polisi Tangkap Pemilik Galian C Becah kelubi

Galian C Garuda Sakti Beroperasi, Warga Desak Kapolres Kampar Bertindak
Aktivitas Kuari di Tapung Kampar Berjalan Normal Meski Diprotes Warga

Rusak Jalan dan Picu Polusi, Warga Tapung Protes Tambang Galian C
Keluhan Diabaikan, Warga Pertanyakan Pembiaran Kuari Galian C di Kampar

Ancam Keselamatan Jalan, Masyarakat Desak Penutupan Tambang Galian C Tapung
Diduga Tak Berizin, Aktivitas Kuari di Kampar Menuai Protes

Diduga Tak Tersentuh Hukum, Aktivitas Kuari Galian C di Tapung Kampar Meresahkan Masyarakat

KAMPAR, RIAU – Aktivitas tambang kuari Galian C yang beroperasi di Jalan Garuda Sakti, Pecah Kelubi, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau, kini menuai protes keras dari warga setempat. Pasalnya, kegiatan penambangan yang diduga milik seorang pengusaha bernama Parlindungan Sitindaon ini dinilai kebal hukum dan mengabaikan dampak lingkungan serta keselamatan warga.

Masyarakat sekitar mengaku sangat dirugikan oleh operasional tambang tersebut. Selain merusak infrastruktur jalan, polusi debu dan hilir mudik kendaraan berat pengangkut material Galian C kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Warga merasa keluhan mereka selama ini diabaikan oleh pihak pengusaha maupun instansi dinas terkait.

Baca Juga:  60 Jembatan Rampung Dibangun, Polda Riau Hadirkan Harapan Baru di Pelosok

Menyikapi kondisi yang kian memprihatinkan, warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolsek Tapung dan Kapolres Kampar, untuk segera mengambil tindakan tegas. Masyarakat meminta pihak kepolisian turun ke lokasi guna menghentikan paksa operasional, menyita alat berat yang digunakan, serta menangkap pemilik usaha, Parlindungan Sitindaon, beserta pihak-pihak lain yang terlibat.

“Kami mempertanyakan kinerja aparatur negara terkait Galian C ini. Mengapa terkesan ada pembiaran? Apakah aparat harus menunggu jatuh korban jiwa akibat kecelakaan di jalan baru ada pergerakan dan tindakan?” ujar salah seorang perwakilan masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penambangan di lokasi tersebut dilaporkan masih berjalan normal. Masyarakat berharap instansi penegak hukum dan dinas lingkungan hidup segera hadir memberikan solusi nyata sebelum konflik sosial atau kecelakaan fatal benar-benar terjadi di lapangan.

Tim

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

Razia Gabungan THM di Pekanbaru, 13 Orang Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba.

Update Terbaru

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Sinaboi Matangkan Persiapan Panen Jagung 4 Hektar di Lahan Gambut

Update Terbaru

*Rutan Kelas I Labuhan Deli Laksanakan Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE/2026*

Update Terbaru

Rem Blong Truk Fuso Hantam Angkot di Rumbai, Sopir Truk Dilarikan ke RSUD Arifin Achmad

Update Terbaru

Menuju Pekanbaru Bebas Banjir, Tengku Azwendi Tawarkan Langkah Strategis Berbasis Perencanaan Jangka Panjang

Update Terbaru

DPRD Pejanbaru pastikan keadilan bagi400 jiwa warga yang Terancam kehilang Tempat Tinggal ,Sengketa lahan di meranti pandak Rumbai Pesisir.

Update Terbaru

Pantau Harga Hingga Lebaran, Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Sejumlah Pasar di Medan

Update Terbaru

Ditlantas Polda Riau Hadiri Penandatanganan MoU RRI Pekanbaru Bersama Mitra Program Siaran