Breaking News

Home / Update Terbaru

Senin, 4 Mei 2026 - 09:45 WIB

Bukan Lagi Rutan, Tapi Call Center Penipuan: PWMOI Minta Menteri Imipas Turun Tangan

Verannewes com –Pekanbaru,- Perkumpulan Wartawan Media Onlinesia (PWMOI) Kota Pekanbaru bongkar skandal besar di balik jeruji. Ketua DPD PWMOI Pekanbaru Aprianto, SH mengungkap adanya “kamar lodes” di dalam Lapas/Rutan yang diduga sengaja disediakan untuk operasi penipuan online.

“Ini bukan lagi Rutan, tapi sudah kayak call center penipuan. Negara nggak boleh kalah sama napi,” tegas Aprianto didampingi Sekretaris PWMOI Pekanbaru Daeng Johan, Sabtu (3/5/2026).

 

DIPAKSA NIPU DEMI AMAN DI PENJARA Informasi mengejutkan ini didapat PWMOI dari pengakuan mantan narapidana di Provinsi Riau. Menurut Aprianto, mantan napi tersebut mengaku dipaksa dan difasilitasi kamar khusus untuk menjalankan aksi “lodes” atau penipuan daring.

 

“Kami lakukan ini karena terpaksa agar kami aman di penjara. Peran kami beda-beda, ada yang ngaku jadi anggota TNI, Polri, sampai pengusaha. Semua buat jerat korban,” kata Aprianto menirukan pengakuan mantan napi tersebut.

 

Modus “Lodes” ini jadi cara baru kelompok napi untuk menjerat korban secara online. Mulai dari love scamming, investasi bodong, sampai lowongan kerja fiktif. Kerugian masyarakat ditaksir ratusan miliar.

 

DESAK COPOT KALAPAS YANG TERLIBATAtas temuan ini, PWMOI Pekanbaru resmi mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol (Purn) Agus Andrianto untuk bertindak tegas.

Baca Juga:  Polri Tidak Ada Pembiaran: Polsek Puncur Batu Gerebek "Sarang Sabu" di Sibolangit, Tangkap 2 Pelaku dan Pengembangan

 

“Kami minta Bapak Menteri Imipas copot Kalapas atau Karutan yang menyediakan kamar khusus lodes dan penipuan di dalam Lapas atau Rutan. Jangan pelihara kejahatan,” tegas Aprianto.

 

PWMOI menilai Kementerian Imipas harus lebih serius membersihkan Lapas dari aksi penipuan melalui alat komunikasi. GELEDAH MAKSIMAL, BUANG KE NUSAKAMBANGAN

Aprianto mendesak petugas Lapas rutin melakukan penggeledahan maksimal di kamar-kamar hunian untuk menyita handphone yang sering digunakan napi untuk menipu.

“HP itu senjata utama mereka. Kalau masih ada HP di kamar, berarti ada pembiaran. Ini harus disikat habis agar tidak terulang,” ujarnya.

Lebih lanjut, PWMOI meminta narapidana yang terbukti masih mengendalikan kejahatan dari balik jeruji harus diberi sanksi ekstra.

“Kalau terbukti masih ngendaliin love scamming dan penipuan online, pihak Lapas harus berani pindahkan napi itu ke Lapas dengan pengamanan ekstra ketat di Nusakambangan. Biar kapok,”tutup Aprianto.

 

PWMOI Pekanbaru menyatakan siap menyerahkan bukti dan menghadirkan mantan napi sebagai saksi jika Kementerian Imipas serius mengusut kasus “Kamar Lodes” ini.

Pada saat berita ini sudah di tayangkan, awak media masih dalam upaya konfirmasi oknum-oknum Kalapas yang diduga Terlibat.

(Humas DPD PWMOI Pekanbaru)

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

*Polres Binjai Amankan Tersangka Wanita Pencurian Emas Rp112 Juta*

Update Terbaru

Gandeng APH,RutanDumai Gelar’ Razia Blok Hunian dan Tes Urin pegawai dan warga Binaan.

Update Terbaru

Polres Kampar Gelar Apel Akbar Sabuk Kamtibmas, Berikan Penghargaan kepada Masyarakat Aktif Dukung Keamanan

Update Terbaru

Polsek Tanah Putih Lakukan Pengecekan Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Di Ujung Tanjung

Update Terbaru

Patroli Beat Ditlantas Polda Riau, Hadir di Jam Rawan Demi Kelancaran Lalu Lintas Pekanbaru

Update Terbaru

PWMOI Kuansing Buka Bersama, Ketua DPW Sampaikan Pesan Penting tentang Dana Hibah

Update Terbaru

‎Camat Senapen Rein Rizka Karvy Salurkan Sembako di Kelurahan Padang Bulan

Update Terbaru

*Renpon Cepat Satresnarkoba Polres Binjai, Tindak Lanjuti Informasi Pengguna Narkoba Yang Meresahkan Masyarakat*