Breaking News

Home / Update Terbaru

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:40 WIB

Tanpa Sekat Bangsa dan Agama, Lapas Pekanbaru Berikan Remisi Nyepi 2026 Bagi WNA Asal Malaysia

Verannewes com –Pekanbaru – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 membawa kebahagiaan tersendiri di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. Pada hari ini, Kamis (19/03/2026), suasana khidmat menyelimuti prosesi penyerahan Remisi Khusus (RK) Keagamaan Nyepi yang menegaskan bahwa pemenuhan hak narapidana dilakukan secara adil tanpa memandang suku, ras, agama, maupun kewarganegaraan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Riau, Maizar, hadir langsung untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) Remisi tersebut. Didampingi oleh Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, penyerahan dilakukan secara simbolis kepada dua orang Warga Binaan yang berstatus Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Kedua warga binaan tersebut adalah Mauandy Thever Gopalakhrisnan dan Selva Kumar Balakarisnan. Keduanya dinilai telah memenuhi syarat substantif dan administratif, serta menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan selama menjalani masa pidana di Lapas Pekanbaru. Atas kepatuhan tersebut, masing-masing mendapatkan pengurangan masa hukuman sebesar 2 bulan.

Dalam sambutannya, Kakanwil Ditjenpas Riau, Maizar, menekankan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap proses transformasi diri warga binaan.

“Pemberian remisi ini adalah wujud nyata bahwa negara hadir memberikan apresiasi bagi setiap warga binaan yang sungguh-sungguh memperbaiki diri. Tidak ada diskriminasi di sini; baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, selama mereka memenuhi syarat dan berkelakuan baik, hak mereka akan kita penuhi. Ini adalah bukti bahwa pembinaan di Lapas Pekanbaru berjalan inklusif tanpa memandang latar belakang bangsa dan agama,” tegas Maizar.

Baca Juga:  Ditlantas Polda Riau Bergerak Cepat Tindak Lanjuti Titik Banjir di Depan RS Awal Bros, Berkolaborasi dengan PUPR Pekanbaru – Selasa 21 Juli 2026 - Menindaklanjuti adanya genangan air yang mengganggu kelancaran arus lalu lintas di depan Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Jenderal Sudirman, Ditlantas Polda Riau bergerak cepat dengan menerjunkan tim untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau serta PUPR Kota Pekanbaru. Kegiatan pengecekan lapangan dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, yang didampingi AKP Bahrul. Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab utama terjadinya genangan air yang kerap muncul saat hujan dengan intensitas tinggi dan berpotensi menghambat arus lalu lintas serta membahayakan keselamatan pengguna jalan. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan adanya penyumbatan pada saluran drainase yang menghambat aliran air. Sebagai langkah awal penanganan, PUPR Kota Pekanbaru langsung melakukan pembersihan parit dan saluran drainase di sekitar lokasi agar aliran air kembali lancar dan genangan dapat segera surut. Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya terhadap kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). “Kami tidak hanya hadir untuk mengatur arus lalu lintas, tetapi juga memastikan setiap potensi gangguan terhadap keselamatan pengguna jalan dapat segera ditangani melalui koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait. Penanganan genangan ini merupakan wujud sinergi antara Ditlantas Polda Riau, PUPR Provinsi Riau, dan PUPR Kota Pekanbaru agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol. Jeki Rahmat Mustika. Ia menambahkan, Ditlantas Polda Riau akan terus memetakan titik-titik rawan banjir di wilayah Pekanbaru maupun kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau sebagai langkah antisipasi, terutama pada musim penghujan. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang terdampak genangan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase. Upaya pencegahan banjir merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar,” tutup Dirlantas. Ditlantas Polda Riau memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan solusi yang berkelanjutan terhadap titik-titik rawan banjir, sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif.(***)

Senada dengan hal tersebut, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, yang turut mendampingi prosesi penyerahan, menyatakan bahwa keberhasilan pembinaan di Lapas tidak lepas dari kemauan warga binaan itu sendiri untuk beradaptasi dengan aturan yang berlaku.

“Hari ini kami mendampingi Bapak Kakanwil memberikan remisi kepada saudara Mauandy dan Selva Kumar yang masing-masing mendapatkan pengurangan masa hukuman sebesar 2 bulan. Kami berharap remisi ini menjadi motivasi, tidak hanya bagi mereka berdua, tetapi bagi seluruh warga binaan lainnya untuk terus menaati aturan dan mengikuti program pembinaan dengan hati yang tulus,” ujar Yuniarto.

Suasana haru tampak menyelimuti wajah salah satu penerima remisi, Mauandy Thever Gopalakhrisnan. Baginya, perhatian yang diberikan pihak Lapas Pekanbaru di hari suci Nyepi ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi seorang warga asing.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, khususnya pihak Lapas Pekanbaru. Meskipun saya warga negara asing, saya merasa diperlakukan dengan sangat adil dan manusiawi. Remisi ini adalah hadiah besar bagi saya di hari suci Nyepi ini, dan membuat saya semakin semangat untuk menjadi orang yang lebih baik sebelum nanti kembali ke negara asal,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan khidmat ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dan memberikan pelayanan prima tanpa membeda-bedakan golongan, demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan bermartabat.  Red, Vera wati adiwinoto

Share :

Baca Juga

Update Terbaru

*Tingkatkan Keamanan, Rutan Labuhan Deli Aktifkan Kembali Mesin X-Ray*

Update Terbaru

Go Sprint Go Green Seri V Membludak, Sorak Penonton Menggema di Jalan Thamrin

Update Terbaru

BINROHTAL POLRES BINJAI SEBAGAI PENGUAT IMAN, AKHLAK, DAN INTEGRITAS PERSONEL

Update Terbaru

‎KPA Bersama Dinkes Pekanbaru Edukasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Siswa SMP Negeri 1

Update Terbaru

Kapolres Kampar Kunjungi Pos Satkamling Desa Hangtuah, Serahkan Bantuan dan Dengarkan Aspirasi Warga

Update Terbaru

KUNJUNGAN HARI KEDUA LEBARAN DI LAPAS BANGKINANG MEMBLUDAK, SITUASI TETAP AMAN DAN KONDUSIF

Update Terbaru

‎DIPIKAT MASTENAR, Inovasi Puskesmas Tenayan Raya Deteksi PTM Sejak Dini dan Cegah Komplikasi ‎ ‎Pekanbaru – Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius. Hipertensi, diabetes melitus hingga kanker menjadi sejumlah penyakit yang dapat muncul akibat berbagai faktor, mulai dari gaya hidup, faktor genetik hingga rendahnya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. ‎ ‎Untuk menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadirkan inovasi “DIPIKAT MASTENAR”, singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Inovasi ini dirancang sebagai upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan serta penatalaksanaan penyakit tidak menular secara berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat mengetahui risiko penyakit lebih awal dan memperoleh penanganan yang tepat. ‎ ‎Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM, menjelaskan bahwa berdasarkan data tahun 2023, dari total penduduk Kota Pekanbaru sebanyak 1.082.246 jiwa, baru sekitar 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM. ‎ ‎Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.403 jiwa atau sekitar 16,7 persen diketahui memiliki risiko terhadap penyakit tidak menular. ‎ ‎Sementara di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mendapatkan layanan skrining PTM. Dari hasil skrining tersebut, terdapat 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen yang berisiko mengalami PTM. ‎ ‎“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni. ‎ ‎Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Tenayan Raya kemudian mengembangkan DIPIKAT MASTENAR sebagai langkah inovatif untuk memperluas deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan. ‎ ‎Bukan Sekadar Skrining ‎ ‎DIPIKAT MASTENAR tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi mencakup rangkaian pelayanan mulai dari edukasi, deteksi dini hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan. ‎ ‎Melalui inovasi ini, masyarakat mendapatkan proteksi kesehatan dan edukasi PTM, deteksi dini risiko penyakit melalui skrining kesehatan, serta peningkatan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Bagi masyarakat yang telah terdeteksi memiliki PTM, dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit sekaligus mencegah terjadinya komplikasi. ‎ ‎Pelayanan juga diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, serta dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) untuk memudahkan pasien mendapatkan obat secara rutin. ‎ ‎Hadirkan Konsep “One Stop Service” ‎ ‎Salah satu keunggulan DIPIKAT MASTENAR adalah konsep pelayanan berkelanjutan dengan pendekatan “one stop service”. ‎ ‎Melalui konsep tersebut, pasien tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pelayanan lanjutan. Skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB hingga layanan fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya. ‎ ‎Konsep ini diharapkan membuat pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah, cepat dan terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin. ‎ ‎Tujuan utama inovasi DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah terjadinya kasus PTM, terutama hipertensi, diabetes melitus dan kanker rahim. Selain itu, inovasi ini juga diarahkan untuk memastikan penderita mendapatkan pengelolaan dan penatalaksanaan yang tepat, mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup pasien. ‎ ‎Dengan mengedepankan prinsip deteksi dini, pencegahan dan pelayanan berkelanjutan, DIPIKAT MASTENAR menjadi salah satu langkah Puskesmas Tenayan Raya dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa PTM dapat dicegah dan dikendalikan apabila diketahui sejak dini. ‎ ‎Pesan yang ingin dibangun pun sederhana: semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dila

Update Terbaru

*Polres Binjai Amankan Tersangka Wanita Pencurian Emas Rp112 Juta*